Sabtu, 29 Juli 2017

Review Drama Korea 'Fight For My Way' (2017) : Jangan Pernah Menyerah!

Setiap orang pasti memiliki sebuah impian. Saat kecil dulu, kita pasti pernah memimpikan untuk menjadi sesuatu di masa depan. Entah itu jadi dokter, jadi guru, jadi pilot atau mungkin jadi juragan lele seperti bapak Jaehwan. Tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, kita semakin mengerti bahwa menebus impian bukanlah hal yang mudah. Kita nggak pernah tau hal apa yang bakal terjadi di masa depan. Semakin bertambah usia, jalan untuk meraih impian pun makin sulit. Ditambah dengan berbagai macam problematika kehidupan yang rupa-rupa warnanya, apakah kita masih layak untuk memiliki impian?


Mungkin itulah premis yang ingin diangkat oleh drama ‘Fight For My Way’. Sebuah drama yang mengangkat kisah banyak orang khususnya muda mudi milenial di penghujung usia 20-an yang sedang galau menapaki jalan kehidupan. Sebagai seorang dewasa muda yang belum tua-tua amat sih, gue pun dibuat manggut-manggut sendiri selama nonton drama ini, sambil sesekali bilang ‘nah, ini nih’.

‘Fight For My Way’ mengisahkan empat sekawan yang berjuang melawan kerasnya kehidupan di ibu kota.
Mereka hanyalah pemuda biasa dari desa yang berusaha mengadu nasib ke kota besar. Ini dia keempat tokoh utamanya.

Choi Ae Ra (Kim Ji Won)


Choi Ae Ra adalah gadis dengan karakter yang sangat mewakili kebanyakan wanita dewasa muda dari kalangan menengah. Ae Ra adalah sosok yang  optimis walau seringkali dipertemukan dengan realita kehidupan yang keras. Dia juga sering pura-pura kuat biar nggak dipandang lemah, walau dalam hati sebenarnya ia merasa takut dan bimbang.


Ae Ra pernah bercita-cita ingin menjadi seorang news anchor. Namun kini, di usianya yang hampir menginjak kepala tiga, ia justru terdampar menjadi petugas pusat informasi di sebuah mall. Suatu hari, Ae Ra harus patah hati saat mengetahui pacarnya berselingkuh dengan seorang wanita yang umurnya jauh lebih tua darinya. Belum cukup sampai di situ, Ae Ra juga harus rela dipecat dari tempatnya bekerja karena kesalahan yang dibuat orang lain. Gak lama setelah itu, lagi-lagi Ae Ra harus terjerat cinta yang salah pada seorang dokter spesialis bedah plastik yang brengseknya bikin gue pengen ngunyah layar laptop. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, hidup Ae Ra begitu nelangsa.

Go Dong Man (Park Seo Joon)


Go Dong Man hampir saja meraih puncak kehidupannya di usia yang masih sangat belia. Saat SMA, ia pernah nyaris debut menjadi atlet taekwondo nasional .Namun karena suatu hal, ia harus menyerah pada impiannya dan kini bekerja sebagai seorang pembasmi hama. 

Belakangan, Dong Man mulai kembali terjun ke dunia seni bela diri untuk menebus kesalahannya di masa lalu. Namun keputusan Dong Man itu nggak segampang pergi beli cabe ke warung guys. Dong Man sempat kena tipu dan babak belur nggak karuan. Belum lagi, Dong Man harus berhadapan dengan Kim Tak Soo, rivalnya di masa lalu yang kini sedang berada di atas angin.


Melihat sahabatnya kepayahan begitu, Ae Ra pastinya nggak tega. Awalnya, Ae Ra menentang keinginan Dong Man buat balik lagi ke dunia seni bela diri. Tanpa sadar, masa-masa pertentangan itu justru bikin keduanya sadar akan perasaan masing-masing. Lalu perlahan tapi pasti, Dong Man mulai menemukan jalannya untuk meraih impian yang sudah belasan tahun ia tunda.

Kim Joo Man (Ahn Jae Hong)


Kim Joo Man adalah seorang asisten manager di sebuah perusahaan home shopping yang kini karirnya sedang menanjak.  Di kantor,  rekan kerja mengenal Joo Man sebagai seorang pria lajang. Padahal, Joo Man sudah mengencani seorang gadis bernama Baek Sul Hee selama enam tahun. Sialnya, Sul Hee dan Joo Man bekerja di perusahaan yang sama. Karena satu kantor, Joo Man dan Sul Hee harus merahasiakan hubungan mereka. Hubungan Joo Man dan Sul Hee sangatlah kuat. Sul Hee adalah sosok kekasih setia yang menyokong dan menemani Joo Man dari titik nol masih jaman susah sampe jadi anak gedongan. Sayangnya, pengorbanan dan kesetiaan Sul Hee itu justru dipandang sebelah mata oleh keluarga Joo Man.

Baek Sul Hee (Song Ha Yoon)


Berbanding terbalik dengan tokoh Ae Ra yang terlihat tangguh tapi isinya Hello Kitty, Sul Hee adalah gadis yang sekilas terlihat lemah dan bodoh, namun memiliki jiwa yang kuat. Sul Hee jarang banget memperlihatkan apa yang dia rasakan hanya demi menjaga perasaan orang lain, apalagi di depan ibunya. Terkadang, Sul Hee bersikap sebagai sosok kakak bahkan ibu buat Ae Ra.


Suatu hari, Sul Hee harus rela melihat pacarnya itu digenitin oleh perempuan lain, yang sialnya lagi orang ketiga ini punya pengaruh besar buat pekerjaan Joo Man. Beda jauh dengan posisi Sul Hee yang hanya seorang customer service. Sul Hee bahkan masih mampu mengendalikan amarahnya waktu cemburu melihat cewek itu ngedeketin Joo Man. Kalo gue jadi Sul Hee, mungkin gue udah kena penyakit sawan atau kesurupan arwah nenek gayung saking kekinya. Ah, pokoknya manis banget deh karakter si Sul Hee ini.

Review. Gilaaaaaaa ya! Awalnya gue nggak begitu tertarik lho nonton drama ini. Dua episode pertama bisa dibilang cukup boring dan biasa aja. Tapi semakin ditonton, ini drama kok manis banget. Ini drama kok real banget. Ini drama kok kece banget, daaaaaan, ini drama kok cepet amat tamatnya :’(


Mengangkat premis yang sederhana, drama ini sangat relatable dengan kehidupan sehari-hari.  Nggak butuh konflik super berat buat bikin penontonnya ikut ‘terbawa’ dan 'terikat' dalam drama ini. Masing-masing karakter juga punya charm yang kuat tapi juga natural dan pas banget.

Memiliki impian besar untuk menjadi news anchor, tanpa ada banyak pilihan Ae Ra harus merelakan masa mudanya habis hanya untuk mencari nafkah di tempat yang tidak ia sukai. Berulang kali jatuh bangun, walau sempat menangis Ae Ra nggak pernah lupa buat mengangkat wajahnya kembali dan terus berjuang dalam hidupnya.


Karakter Dong Man juga sangat loveable. Walau seringkali ngeselin dan minta dijambak, Dong Man adalah sosok sahabat yang tulus. Waktu Ae Ra dalam masalah, cuma Dong Man yang paling bisa diandalkan, walaupun posisi dia sendiri juga lagi sama-sama susah.


Ah, kalo gue bilang semua cewek butuh sosok Dong Man dalam hidup mereka hahaha. Chemistry Ae Ra dan Dong Man juga aluuuuus banget kayak pantat bayi. Seneng gue ngeliatnya. Pasangan Joo Man dan Sul Hee juga manis banget dan bikin gue gregetan. Keduanya bukan orang yang sempurna tapi mereka bisa tulus saling menyayangi.


Supporting role nya juga gemesin. Ada si kochi-nim, pelatih Joo Man yang kekar tapi Hello Kitty nya sebelas dua belas sama Ae Ra. Ada juga si ibu kos yang keliatan cuek tapi diam-diam selalu jadi ibu peri buat empat sekawan ini. Yang paling gemesin sih tokoh Park Hye Ran ya. Si Hye Ran ini adalah tokoh antagonis paling nggak tahu diri dan nggak tahu malu sepanjang sejarah gue nonton drama Korea. Ngeselin deh pokoknya, nggak usah dibahas ah entar gue kena darah tinggi.




Sekilas, drama ini punya plot yang mirip sama film ‘Love, Rosie’ ya nggak sih hahaha. Bukan mau banding-bandingin sih, alurnya emang mirip cuman yang ini lebih komplit. Komedinya ada, dramanya ada, slice of life nya apalagi. Banyak banget quotes keren di drama ini yang bisa bikin kamu lebih bersyukur atas hidup. Walau sulit, menyerah pada impian bukanlah sebuah pilihan. Dan ya, walaupun impianmu tak kunjung tercapai, bisa jadi Tuhan sudah menyiapkan jalan lain yang lebih baik buat kamu, entah itu karir atau jodoh. Dan satu hal yang paling penting, jangan pernah takut gagal di masa muda. Uhuy. Baper deh gue. Oh ya, soundtracknya juga enak-enak :)


Drama ini cocok banget ditonton waktu lagi capek atau sumpek karena kerjaan. Beneran deh, drama ini bisa jadi mini healer buat kesumpekan kamu. Gue sangat menikmati setiap episode di drama ini. Ringan, manis, dan berkesan. Recommended.


Score 9/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar