Rabu, 30 Maret 2016

Review Film The Mermaid (2016) : Hiburan Paket Komplit dalam Humor Super Absurd

Satu lagi film komedi absurd gila-gilaan yang sukses bikin perut rasanya mau meledak. Karya Stephen Chow emang nggak pernah gagal bikin gue terkesan, mulai dari Shaolin Soccer sampe Kung Fu Hustle.

Awalnya gue agak males mau nonton film ini karena storyline nya yang klise dan kayak cerita buat anak kecil. Tapi setelah gue nonton film ini tuh rasanya kayak lagi makan keripik pedes yang susah berhenti. Gila ini film absurd parah, sangat dianjurkan menonton film ini untuk kesehatan iiwa.


Sinopsis.  Terinspirasi dongeng populer Little Mermaid, film ini berpusat pada kehidupan manusia duyung di bawah laut yang kehidupannya terusik karena kehadiran manusia. Tempat tinggal mereka terancam karena ulah dan keserakahan seorang pengusaha muda bernama Liu Xuan (Deng Chao).

Liu Xuan bersama rekannya Ruo Lan (Zhang Yuqi) berencana membangun sebuah real estat megah di daerah Teluk Hijau, yang merupakan tempat tinggal para manusia duyung. Agar proyek tersebut lancar, mereka berencana menggunakan sebuah alatt khsus untuk mengusir semua makhluk hidup di sekitar teluk tersebut.

Mendengan rencana busuk para manusia, kaum duyung nggak tinggal diam. Maka diutuslah seorang putri bernamaShan (Jelly Yin) untuk menyamar sebagai manusia dan mendekati Liu Xuan. Kelanjutannya bisa ditebak dong, Shan punya misi rahasia buat membunuh Li Xuan agar tempat tinggal mereka tetap selamat.


Namun,polosnya Shan dia malah kebablasan dan lupa pada misi rahasianya. Shan dan Liu Xuan malah jadi akrab satu sama lain dan mulai jatuh cinta. Bahaya yang lebih besar justru mengancam, apa jadinya kalo identitas Shan sebagai putri duyung akhirnya ketahuan?

Film ini punya premis yang sangat sangat sederhana, makanya di awal tadi gue bilang ceritanya lebih cocok jadi film buat anak-anak. Tapi seiring cerita berjalan rasa-rasanya gue salah besar. Film ini sama sekali bukan film anak-anak, terlebih banyak humor yang membutuhkan usia dewasa matang untung memahaminya.



Mermaid justru punya kekuatan besar dengan ceritanya yang sederhana. Awalnya penonton bakal dibikin berpikir ‘film apaan sih ini?’ tapi lama-lama jadi ‘gila ini film jenius banget’. Humor memang jadi jualan utama di film ini tapi seiring cerita ada pesan lain yang pengen disampaikan oleh Mermaid. Kisah cinta absurd antar dua makhluk beda alam, yang satu manusia tulen dan yang satu setengah amfibi dibalut berbagai special effect serba megah dan berujung pada pesan tentang lingkungan. Semuanya tersusun rapi dalam sebuah benang merah tanpa harus bikin dia gagal fokus di tengah-tengah cerita.


Mau nggak mau memang harus diakuin kalo manusia emang kebanyakan serakah dan nggak segan mengusik habitat makhluk lain buat kepentingan diri sendiri. Sebut aja pembakaran hutan, pencemaran laut sampe sampah yang mengganggu habitat hewan. Mungkin kalo hewan bisa berontak mereka juga bakal menjelma jadi cewek cantik macam Shan dan diam-diam merencanakan pembunuhan pada manusia. Sebut aja kawanan harimau yang pengen balas dendam karena terus-terusan diburu manusia, dan mereka kemudian menjelma jadi manusia harimau lalu diam-diam gabung sama kawanan pemburu hewan. Mungkin premis ini bakal jadi lebih masuk akal kalo dijadiin sinetron yang judulnya Ganteng Ganteng Harimau. Sebab musababnya jelas kan? Dan gue jamin mereka nggak bakal berkeliaran di sekolahan. Mulai ngaco dah gue, tapi ya begitulah.


Oke back to the topic. Sekali lagi gue harus bilang film ini adalah ramuan yang sangat-sangat jenius antara kisah cinta, humor, laga, bahkan pesan tentang lingkungan. Sebuah film paket komplit yang bisa banget kamu tonton bareng temen-temen yang lagi pusing sama revisi skripsi. Semua karakter di film ini juga berhasil tampil stand out. Nggak peduli dia peran protagonist atau antagonis, gue berani jamin penonton bakal dibikin gemes sama semua karakter di film ini, khususnya Liu Xuan dan Shan.

Kurangnya cuma satu sih, rasanya porsi scene bawah lautnya agak kurang, mengingat ini film tentang kaum duyung harusnya kehidupan bawah laut mereka juga banyak diceritakan. Udah deh gitu aja. Ngomong ngomong, ada yang tertarik buat bikin premis manusia harimau ala gue buat dibikin sinetron? Nggak ada? Ya udah, emang ngaco sih hahaha.

Score 9/10.


1 komentar: