Rabu, 30 Maret 2016

Review Film The Mermaid (2016) : Hiburan Paket Komplit dalam Humor Super Absurd

Satu lagi film komedi absurd gila-gilaan yang sukses bikin perut rasanya mau meledak. Karya Stephen Chow emang nggak pernah gagal bikin gue terkesan, mulai dari Shaolin Soccer sampe Kung Fu Hustle.

Awalnya gue agak males mau nonton film ini karena storyline nya yang klise dan kayak cerita buat anak kecil. Tapi setelah gue nonton film ini tuh rasanya kayak lagi makan keripik pedes yang susah berhenti. Gila ini film absurd parah, sangat dianjurkan menonton film ini untuk kesehatan iiwa.


Sinopsis.  Terinspirasi dongeng populer Little Mermaid, film ini berpusat pada kehidupan manusia duyung di bawah laut yang kehidupannya terusik karena kehadiran manusia. Tempat tinggal mereka terancam karena ulah dan keserakahan seorang pengusaha muda bernama Liu Xuan (Deng Chao).

Liu Xuan bersama rekannya Ruo Lan (Zhang Yuqi) berencana membangun sebuah real estat megah di daerah Teluk Hijau, yang merupakan tempat tinggal para manusia duyung. Agar proyek tersebut lancar, mereka berencana menggunakan sebuah alatt khsus untuk mengusir semua makhluk hidup di sekitar teluk tersebut.

Mendengan rencana busuk para manusia, kaum duyung nggak tinggal diam. Maka diutuslah seorang putri bernamaShan (Jelly Yin) untuk menyamar sebagai manusia dan mendekati Liu Xuan. Kelanjutannya bisa ditebak dong, Shan punya misi rahasia buat membunuh Li Xuan agar tempat tinggal mereka tetap selamat.


Namun,polosnya Shan dia malah kebablasan dan lupa pada misi rahasianya. Shan dan Liu Xuan malah jadi akrab satu sama lain dan mulai jatuh cinta. Bahaya yang lebih besar justru mengancam, apa jadinya kalo identitas Shan sebagai putri duyung akhirnya ketahuan?

Film ini punya premis yang sangat sangat sederhana, makanya di awal tadi gue bilang ceritanya lebih cocok jadi film buat anak-anak. Tapi seiring cerita berjalan rasa-rasanya gue salah besar. Film ini sama sekali bukan film anak-anak, terlebih banyak humor yang membutuhkan usia dewasa matang untung memahaminya.



Mermaid justru punya kekuatan besar dengan ceritanya yang sederhana. Awalnya penonton bakal dibikin berpikir ‘film apaan sih ini?’ tapi lama-lama jadi ‘gila ini film jenius banget’. Humor memang jadi jualan utama di film ini tapi seiring cerita ada pesan lain yang pengen disampaikan oleh Mermaid. Kisah cinta absurd antar dua makhluk beda alam, yang satu manusia tulen dan yang satu setengah amfibi dibalut berbagai special effect serba megah dan berujung pada pesan tentang lingkungan. Semuanya tersusun rapi dalam sebuah benang merah tanpa harus bikin dia gagal fokus di tengah-tengah cerita.


Mau nggak mau memang harus diakuin kalo manusia emang kebanyakan serakah dan nggak segan mengusik habitat makhluk lain buat kepentingan diri sendiri. Sebut aja pembakaran hutan, pencemaran laut sampe sampah yang mengganggu habitat hewan. Mungkin kalo hewan bisa berontak mereka juga bakal menjelma jadi cewek cantik macam Shan dan diam-diam merencanakan pembunuhan pada manusia. Sebut aja kawanan harimau yang pengen balas dendam karena terus-terusan diburu manusia, dan mereka kemudian menjelma jadi manusia harimau lalu diam-diam gabung sama kawanan pemburu hewan. Mungkin premis ini bakal jadi lebih masuk akal kalo dijadiin sinetron yang judulnya Ganteng Ganteng Harimau. Sebab musababnya jelas kan? Dan gue jamin mereka nggak bakal berkeliaran di sekolahan. Mulai ngaco dah gue, tapi ya begitulah.


Oke back to the topic. Sekali lagi gue harus bilang film ini adalah ramuan yang sangat-sangat jenius antara kisah cinta, humor, laga, bahkan pesan tentang lingkungan. Sebuah film paket komplit yang bisa banget kamu tonton bareng temen-temen yang lagi pusing sama revisi skripsi. Semua karakter di film ini juga berhasil tampil stand out. Nggak peduli dia peran protagonist atau antagonis, gue berani jamin penonton bakal dibikin gemes sama semua karakter di film ini, khususnya Liu Xuan dan Shan.

Kurangnya cuma satu sih, rasanya porsi scene bawah lautnya agak kurang, mengingat ini film tentang kaum duyung harusnya kehidupan bawah laut mereka juga banyak diceritakan. Udah deh gitu aja. Ngomong ngomong, ada yang tertarik buat bikin premis manusia harimau ala gue buat dibikin sinetron? Nggak ada? Ya udah, emang ngaco sih hahaha.

Score 9/10.


Minggu, 27 Maret 2016

5 Sekolah di Korea Selatan yang Jadi Penghasil Idol Terbanyak

Idol Korea rata-rata memang menjalani masa trainee di agensi mereka. Namun mereka juga nggak melupakan pendidikan dasar di sekolah. Banyak di antara para idol yang menempuh pendidikan di sekolah-sekolah bergengsi di Korea. Nah, barangkali kamu pengen ikutan pertukaran pelajar ke Korea, 5 sekolah berikut adalah sekolah yang paling banyak menghasilkan idol di Korea. Kamu berminat?

Dongguk Women’s University


Kampus ini terletak di wilayah utara Korea Selatan. Banyak idol terkenal yang dulunya sekolah di sini, sebut saja Girl’s Day Yura, Dal Shabet Serri, Jiyul, dan Ah Young, After School Jooyeon, dan Ivy.

Dongguk University


Banyak sekali idol terkenal yang dulunya kuliah di sini, ada Girl’s Generation Seohyun, SS501 Jungmin dan Hyungjun, 2PM Taecyeon, dan T-Ara Eunjung. Kuliah di sini dijamin asik karena letaknya yang ada di pusat kota Seoul.

Chung-Ang University


Terletak di Seoul dekat aliran sungai Han, kampus ini dikenal sangat megah dengan arsitektur yang unik. Banyak sekali idol papan atas yangsekarang jadi member dari big three company di Korea. Ada Girl’s Generation Sooyoung dan Yuri, f(x) Luna, dan Big Bang Seungri.

Seoul Institute of the Arts


Dengan sekolah di sekolah seni, para idol akan memiliki modal yang lebih mumpuni dalam memasuki dunia keartisan.Nah, salah satu sekolah seni paling top ya ini. Banyak idol berbakat yang kita kenal sekarang, dulunya sekolah di sini. Ada SHINee Jonghyun, eks EXO Luhan, 2PM Wooyoung, bahkan Yoo Jae Suk.

Kyunghee University


Kampus yang jadi ‘sarang’ terbesar idol di Korea adalah Kyunghee Uniersity. Dengan kampus megah dan alumni yang dijamin bikin ngiri, kamu sudah pasti mupeng lihat kampus ini. Banyak idol terkenal yang jadi alumni kampus ini. Sebut aja 2AM Jo Kwon, Rain, C.N. Blue Yonghwa, dan alon calon idol yang sekarang masih sekolah di kampus ini.

Nah itulah 5 kampus yang jadi ‘produsen’ idol terbanyak di Korea. Jadi kamu pilih sekolah yang mana nih?

cr : Koreaboo

Kamis, 24 Maret 2016

MV REVIEW : Amber (엠버) - Borders

SM lagi gencar-gencarnya nih mengurus projek STATION mereka. SM juga udah terbukti menepati janjinya buat ngerilis lagu baru setiap minggunya. Kali ini giliran Amber buat rilis lagu barunya di minggu ini yang berjudul Borders. Mungkin ini adalah lagu pertama dari SM yang liriknya full English. Kabarnya lagu ini juga ditulis sama Amber sendiri. Tumbenan kan SM ngasih kesempatan artisnya buat nulis lagu mereka sendiri?


Lagu ini nyeritain tentang semangat hidup yang nggak boleh padam walaupun hidup itu susah dan banyak banget rintangannya. Ada 4 orang model di sini, 5 plus Amber. Lagu ini berirama rap ballad dengan sedikit unsur EDM yang meledak di penghujung lagu. Sedikit mengingatkan sama style nya Eminem, tapi okelah. But seriously, she worth the real solo debut with full album.

Concept


MV ini punya konsep yang cukup minimalis dengan low saturation editing dan bumbu special effect yang elegan. Amber digambarkan sedang duduk di dalam sebuah sangkar kotak. Mungkin kotak ini menyimbolkan ‘borders’ atau ‘batas’ yang diceritain di lagu ini. Ada juga model yang diceritain sebagai ibu dan anak—mungkin ngegambarin Amber waktu kecil—dan dua orang lagi yang ceritanya lagi putus asa sama hidup mereka.





Si cewek, suka ngebandingin diri sendiri sama model-model di majalah. Dia ngerasa nggak puas sama badannya—padahal badannya udah langsing begitu—sampe ngerasa depresi dan mutusin bunuh diri.





Gue agak kurang mudeng dengan si cowok. Dia mutusin loncat dari jembatan setelah nerima beberapa lembar surat. Surat pemecatan kah? Atau tagihan hutang?



Si ibu dan anak tampil dalam set warna putih yang bikin kesan bersih dan luas. Kalo gue bilang ini mungkin maksudnya menggambarkan masa kecil yang optimistis ditambah ada seorang ibu di sana yang selalu siap ngejaga dan nasehatin kita.


Bandingkan dengan set nya Amber yang didominasi warna hitam dengan hanya sedikit lighting dari kotak yang gue bilang tadi. Set yang gelap gulita ini menggambarkan saat kita udah dewasa dan mulai ngerasain kerasnya hidup. Kita seakan terkurung di dalam kotak. Tapi di sisi lain kotak itu juga bisa jadi peluang, dilihat dari cahaya yang dipancarkan si kotak.


Inti dari lagu ini adalah biar kita tetap semangat dalam ngejalanin hidup, karena mama bilang jangan takut buat menembus ‘batas’ dan tetap yakin sama diri kita. Di sini Amber tampil hanya dengan T-Shirt dan celana jeans dalam sebuah kotak. Dia juga pake tato di salah satu tangannya yang bikin dia tambah ganteng.

Song


Gue cukup surprise dengan lagu ini karena lagu model begini kalo gue bilang sih bukan SM banget ya, ditambah ngga ada lirik Koreanya sama sekali. Amber englishnya cas cis cus banget ye, walau masih sedikit ‘ngelogat’. Seperti biasa Amber selalu bisa nunjukin skill rapp dia yang juara. Suaranya pas lagi nyanyi juga keren, malah ada satu part waktu Amber nyanyi dengan nada yang tinggi.

Gue juga suka sama aransemen lagu ini yang simpel tapi ‘nendang’, terlebih waktu di penghujung lagu. Musik yang slow tiba-tiba meledak udah macam makan permen golia isi cabe. Dan Amber berhasil ngebuktiin diri sebagai raja ratu di lagu sendiri.


Oh ya, tapi gue agak gagal paham sama maksudnya SM yang nampilin sub / translet inggris padahal lagunya sendiri udah pake bahasa inggris. Kenapa nggak sekalian aja bahasa Jawa atau Sunda ikut ditempelin di situ? :p

Lyrics



Walaupun bernuansa gelap, lagu ini punya lirik yang sangat-sangat mampu memotivasi kita waktu lagi capek atau putus asa sama hidup. Walaupun hidup ini keras dan banyak jatuh bangunnya, inget pesan mama, kalo jajan harus yang bervitamin jangan takut buat melangkah walaupun itu nggak gampang.

Cause mom said
I’d be crossing borders
Never be afraid even
when you’re cornered
Stand up straight, fight your way
Fight your way, fight your way
Through the borders
Through the borders
Through the borders
Fight your way, fight your way

Oke, secara keseluruhan gue suka sama MV ini dan lagunya, khususnya Amber yang udah nulis lagu ini sendiri. Yok tambahin ke playlist kamu yok! Score 8/10.

Senin, 21 Maret 2016

7 Jingle Iklan Ini Pasti Pernah Bikin Kamu Ikutan Nyanyi

Iklan adalah sebuah promosi yang bisa digunakan oleh semua produsen barang atau pun jasa. Dengan membuat iklan, sebuah produk dapat lebih dikenal dan menarik minat masyarakat untuk membelinya. Banyak jenis iklan yang sering kita jumpai di berbagai media massa, mulai dari iklan cetak, iklan di media online, dan yang paling akrab dalam kehidupan sehari-hari, iklan televisi.


Saat ini banyak sekali iklan televisi yang unik dan kreatif. Beberapa iklan bahkan menghadirkan sebuah jingle yang asyik di dengar telinga. Jingle iklan biasanya memiliki lirik yang unik namun mudah diingat. Selain itu melodinya juga sederhana sehingga biasanya dapat dinyanyikan oleh semua orang. Di antara banyak jingle iklan televisi, 7 jingle iklan di bawah pasti pernah membuat kamu ikut bernyanyi saat melihatnya. Iklan apa aja sih?

Mastin (Versi Kabar Gembira)


Iklan suplemen satu ini sempat membuat heboh di tahun 2014 lalu. Liriknya yang atraktif seputar kabar gembira tentang kulit manggis, ditambah model iklannya yang super cantik kontan menarik perhatian pemirsa televisi. Selain menjadi hits dan banyak membuat pemirsanya ikut bernyanyi, iklan Mastin bahkan ramai dijadikan meme di berbagai jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram. Lelucon yang paling sering digunakan dari iklan ini ya lirik ‘kabar gembiranya’  itu. 

Good Day (Versi Bunga-Bunga Cinta Bermekaran)


Produk kopi satu ini memang sudah eksis sejak lama di Indonesia. Tapi iklannya baru-baru ini sukses menjadi hits dan fenomena di kalangan pemirsa televisi. Yang menarik adalah lagu yang dijadikan jingle di iklan itu. Lirik ‘bunga-bunga cinta bermekaran…. Cie, yang terus-terusan kepikiran’ nya itu pun menjadi viral dan dijadikan bahan meme oleh pengguna internet. Selain jingle nya yang unik dan nyentrik, hadirnya rising star Chelsea Islan di iklan ini sudah pasti jadi daya tarik yang tak kalah menggigit.

Oreo (Versi Hiu dan Vampire)


Produk cemilan satu ini adalah produk yang sangat populer dan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tidak hanya dimakan langsung, Oreo bahkan eksis menghiasi toping berbagai dessert di menu restoran, taburan es krim dan milkshake, serta hiasan di atas kue tart. Kesuksesan Oreo nggak lantas membuat produsennya membuat iklan yang super megah. Iklan Oreo versi ‘Hiu dan Vampire’ ini sangat sederhana, menghadirkan kartun 2 dimensi dengan pesan ‘keindahan berbagi pada sesama’. Yang menarik adalah jingle-nya itu lho. Mengusung melodi sederhana dengan lirik yang ‘agak ngawur’, iklan ini justru berhasil membuat pemirsa hapal dan ikut bernyanyi saat iklan tersebut ditayangkan. Ayo, siapa yang suka tiba-tiba nyanyiin lagu iklan ini tanpa sadar?

Beng Beng (Versi Dingin atau Makan Langsung)


Iklan satu ini langsung jadi trending topic setelah mulai rutin tayang di televisi. Menceritakan pasangan kekasih yang harus berpisah hanya karena beda cara saat menikmati Beng Beng. Jingle iklannya sendiri adalah hasil modifikasi dari lagunya Marcel ‘Peri Cintaku’. Bisa dibilang lagu versi Beng Beng ini lebih terkenal dibandinkan versi aslinya. Ngaku aja deh, kamu pasti sering geli sendiri sambil ikut nyanyi begitu lihat iklat ini.

Mc Donalds (Versi Mana Lagi Selain di McD)


Iklan terbaru McD ini dirilis saat momen perayaan ulang tahun McD di Indonesia yang ke 25. Iklannya sendiri menceritakan tentang nyanyian seorang pelayan McD yang menyebar ke seluruh penjuru Indonesia saat kemasan McD itu dibuka. Liriknya simpel, hanya ‘Mana lagi, mana lagi selain di McD’, tapi lumayan bikin lagu itu terngiang-ngiang di telinga. Iya kan? Begitu lirik ‘mana lagi’ disebut, kita pasti otomatis meneruskannya dengan ‘mana lagi selain di McD’. Jingle ini sebenarnya juga pernah dirilis dan booming di tahun 1990-an. Sungguh jenius orang yang bikin jingle lagu ini, efeknya masih saja awet bahkan setelah lebih dari 20 tahun dirilis.

Em Kapsul (Versi Juwita Bahar)


Datang bulan adalah acara wajib bagi setiap perempuan.Tapi, terkadang si bulan suka bikin kesal karena kedatangannya yang nggak lancar. Produk tradisional pelancar datang bulan ini ternyata punya iklan yang nggak kalah ngehits dibandingkan produk kekinian lainnya. Iklan versi Juwita Bahar ini punya jingle yang lumaya ‘ear catching’ dan sangat ‘relatable’ di kalangan kaum perempuan. ‘Datang bulan nggak lancar, cape deh’ dilanjut ‘Ayo minum Em Kapsul, datang bulan teratur. Hari-hariku jadi ceria’. Pembawaan Juwita yang agak centil itulah yang bikin jingle iklan ini menarik.

Kopiko (Versi Ambil Saja Kopiko)


Siapa tak kenal iklan lawas satu ini? Dari dulu sampai sekarang Kopiko tetap setia sama jingle ini dan hanya melakukan sedikit modifikasi yang mengikuti perkembangan jaman. Coba perhatikan lirik di bawah. Selain berhasil menjadi salah satu produk permen legendaris, jingle lagunya pun tak lekang oleh waktu.
Bila mata ngantuk tapi anda sibuk
Tak sempat ngopi, ambil saja kopiko
Kopi permen kopiko, ambil saja kopiko
Kopi permen kopiko

Hayo, siapa yang baca lirik di atas sambil nyanyi?

Itulah 7 jingle iklan fenomenal yang pasti pernah bikin kamu ikutan nyanyi. Lirik yang unik dan sederhana dengan melodi yang gampang diingat tentu menjadi formula yang ampuh sehingga iklan-ikln tersebut menjadi hits di kalangan pemirsa. Ada yang mau nambahin?

Sabtu, 19 Maret 2016

Rekomendasi Lagu yang Enak Didengerin Sebelum Tidur

Bicara tentang musik memang nggak pernah ada habisnya. Musik bisa mengubah suasana hati kita dan nemenin kita di berbagai situasi. Setiap orang pastinya punya momennya sendiri yang paling enak buat dengerin musik, mulai dari pas bangun pagi sambil beresin tmpat tidur misalnya, pas lagi hujan, atau paling mainstream sih pas lagi patah hati ya :p Musik bisa mewakili perasaan kita dimana pun dan kapan pun.


Nah kalo gue sendiri punya ritual wajib dengerin musik tiap sebelum tidur. Musik bisa bikin badan lebih rileks dan tidur jadi lebih nyenyak. Bicara kriteria musik yang enak didengerin sambil ngantuk-ngantukan sih genre RnB dan country pop udah paling juara. Nah, kali ini gue mau nge-share rekomendasi lagu yang enak didengerin sebelum tidur. Playlist di bawah dijamin semua lagunya enak-enak dan bakal betah nongkrong di playlist kamu buat waktu yang lama. Siap-siap download ya!

Yuna – Crush (feat. Usher)


Penyanyi asal Malaysia ini emang nggak pernah gagal bikin gue terkesima. Hampir semua lagu dia gue suka. Ada yang ingat lagu ‘Terukir di Bintang’ yang jadi jingle iklan visit Malaysia? Nah itu adalah salah satu lagunya Yuna yang paling terkenal. Suaranya enak dan selalu bikin hati adem. Lagu terbaru Yuna yang terakhir gue download adalah lagu ini. Sumpah lagunya enak banget apalagi didngerin pas mau tidur. Featuring sama Usher lagi. Gue masih belum tau apakah ini projek internasional-nya dia atau bukan. Yang jelas ini lagu enaknya ampun-ampunan dah, cepetan download!

Lene Marlin – Disguise


Ada yang inget drama Taiwan jaman dulu ‘Twins’ atau ‘Senorita’? Lagu ini jadi salah satu soundtrack di drama itu. Nah meskipun dia adalah soundtrack drama Taiwan, lagu ini punya lirik bahasa Inggris dan dinyanyiin sama penyanyi Norwegia, namanya Lene Marlin. Saking penasarannya gue sama Lene Marlin gue sampe browsing kemana-mana dan info yang gue dapet tentang dia tuh seiprit banget. Lagu ini genrenya cenderung ke country pop. Selain enak lagu ini juga punya lirik yang dalem banget, sedalem sumur di rumah kalian. Lagu-lagu model begini emang kecintaan gue banget dah, rasa-rasa punya dunia sendiri kalo udah denger lagu beginian. Dan gue masih nggak habis pikir kenapa penyanyi dengan suara surgawi macam begini selalu aja underrated dan kurang dikenal. Dia terakhir rilis album di 2009 dan masih hiatus aja sampe sekarang.

Marit Larsen – If a Song Could Get Me You


Masih inget sama grup duo yang dulu nge-heits banget, M2M? Nah, setelah memutuskan bubar, salah satu personil mereka, Marit Larsen mutusin buat punya projek solo. Lagunya yang ini enak banget didengerin sebelum tidur. Melodinya bisa dibilang datar dan sederhana banget, malah cenderung kayak lagu anak-anak. Liriknya nyeritain tentang cewek yang lagi ‘gombalin’cowok, tapi dengan cara yang cantik.

Justin Bieber – Common Denominator


Harus gue akuin dulu gue sempet jadi Beliebers haha. Itu semua gara-gara pas jaman SMA penuh kenistaan dimana gue suka sama penyanyi-penyanyi tertentu cuma karena ikut-ikutan temen, bahkan lagu metal yang nggak gue ngerti pun gue dengerin cuma biar dianggap gaul. Gue berani jamin, kalian yang sekarang udah pada kuliah atau kerja pasti pernah ngalamin masa-masa kayak begitu iya kan iya kan? :p

Emang nggak ada yang salah kok jadi seorang Beliebers. Buktinya gue masih dengerin lagu-lagunya dia sampe sekarang, bahkan lagu ini yang notabene adalah lagu lama. Lirik lagu mengandung unsur kegombalan yang sangat-sangat berlebihan dan tidak baik untuk kesehatan. Ditambah suara Bieber yang masih kedengeran anak-anaknya dengan ornamen ‘ooh-yeah-yeah’ dimana-mana. But somehow gue suka banget sama lagu ini, sampe sekarang. Paling enak kalo didengerin sebelum tidur.

GFRIEND –Trust


Grup satu ini selain punya banyak fans mereka juga punya banyak haters yang selalu siap menyerang kala mereka terjerat isu. Gue bukan fans bukan juga haters, tapi gue selalu suka sama lagu-lagu mereka sejak jaman debut. Diantara semua lagu mereka, lagu ini punya warna yang sedikit berbeda. Walaupun banyak yang bilang lagu ini mirip sama lagu grup sebelah gue sih nggak mau ambil pusing. Lagunya enak kok, paling enak didengerin sebelum tidur.

IU- Alone In a Room


Lau-lagu IU emang hampir semuanya enak, termasuk lagu ini. Judulnya emang sentimen banget tapi lagunya dijamin enak. Gue paling suka denger lagu ini sebelum tidur. Gue juga suka sama cara IU nyanyiin nada-nada tinggi di lagu ini tanpa harus bikin kuping pendengarnya sakit. 

Nah itulah beberapa rekomendasi lagu yang enak didengerin sebelum tidur. Mungkin nggak semuanya bakal jadi enak karena beda kuping beda selera J Apa lagu favorit kalian sebelum tidur? Tulis di komen ya!

Kamis, 17 Maret 2016

MV REVIEW : Red Velvet - One of These Nights

SM sepertinya lagi rajin-rajinnya mengurus anak-anak Red Velvet. Nggak perlu waktu lama buat Red Velvet ngerilis mini album baru. Fans RV pasti tau dong kalo Red Velvet punya konsep dua sisi berbeda, yaitu ‘red side’ dan ‘velvet side’. Di album sebelumnya, The Red, RV hadir dengan konsep dorky dan lagu-lagu upbeat. Nah di album The Velvet ini mereka bakal menampilkan ‘velvet side’ yang lembut dan feminim. SM udah ngerilis MV buat title track mereka berjudul ‘One of These Nights’. Lagu ini bergenre ballad dengan tempo lambat dan nuansa dreamy ala negeri dongeng.


Gue nggak bakal bikin teori yang muluk-muluk tentang storyline di MV ini. Gue cuma mau nikmatin MV nya yang cantik dan artistik tanpa harus dipusingkan dengan storyline yang tersirat. Intinya mereka lagi sedih, that's it.

Konsep

anak-anak Red Velvet lagi jaga lilin
Gue harus akuin SM sekarang udah bikin kemajuan yang sangat-sangat bagus soal MV artis-artis mereka. Dulu gue lebih prefer ke YG kalo soal konsepan MV karena mereka biasanya lebih niat dan selalu ada ide-ide baru yang nggak terduga. Dulu, MV artis-artis SM nggak pernah jauh dari konsep boxes MV dengan segala lampu gemerlapnya yang salah-salah malah bikin penonton sakit mata. Suju dan SNSD bisa dibilang udah kenyang banget dengan boxes MV, EXO juga deng.


Tapi coba lihat MV buatan SM sekarang. Mereka selalu keren dan out of the box. Niat banget bikinnya macam MV Taeyeon ‘I’ yang ngejual pemandangan alam New Zealand yang bikin ngiler, dan yang terbaru MV nya Taemin ‘Press Your Number’ dengan segala special effect dan storyline yang apalah apalah itu. 



Red Velvet juga selalu konsisten dengan konsep MV yang unik dan artistik, termasuk ‘One of These Nights’ ini. SM sepertinya akhirnya sadar kalo MV bagus itu memang penting hahaha. MV ini hawa-hawanya sih terinspirasi dari para Disney Princess. Paling kentara sih Wendy dengan konsep Ariel The Mermaid, dengan rambut merah, softlens biru dan mermaid skirt yang ngembang banget udah macem tahu bulat baru digoreng. Mereka tampil classy dengan set ala-ala negeri dongeng. Konsep transisi antara satu set dengan set lain itu juga keren banget. Dan itu Irene lagi ngapain sih? Jatuh kena air? Keseret ombak? :p

mungkin air ini menggambarkan air mata mereka yang banyaknya udah kek Sungai Han
ada yang nyadar kenapa dindingnya berubah jadi biru?

Song



Lagu ini bener-bener beda dari lagu RV sebelumnya. Mereka bener-bener pengen nampilin image yang berbeda antara ‘red side’ dan ‘velvet side’.Tapi sayangnya, tipe lagu begini nggak begitu ‘ramah’ buat suara Irene dan Yeri. Mereka cuma dapet jatah nyanyi secuil doang, bahkan kalo nggak merhatiin mungkin bakal dikira nggak nyanyi sama sekali. Lebih cocok kalo dijadiin lagu sub unit aja yang isinya Wendy, Joy sama Seulgi. Jujur gue lebih suka 'red side' dibanding 'velvet side'.


Lagu ini punya tempo lambat dan melodi ala-ala lagu soundtrack Disney  jaman dulu. Enak sih lagunya. Maret kelabu banget ya bok. Udah mah kemarin Lee Hi rilis lagu ballad sekarang Red Velvet. Besok giliran gue, rilisnya di kamar mandi.

Costume



sedikit mengingatkan pada Ophelia
Gue syukak banget dengan kostum mereka di MV ini. Keliatan classy dan elegan banget. Gue paling suka kostum yang ala red riding hood, tapi di sini mereka pake warna putih. Juga kostumnya Yeri waktu di atas perahu.



But I have no idea dengan rambutnya Wendy dan Yeri yang dibikin megar banget macam orang lagi sakit panas. Poninya Hong Seol (Cheese In The Trap) masih kalah jingkrak deh dibanding rambutnya Wendy sama Yeri.

Lyrics

I just woke from a dream
To find that sad star is so far away again
Goodbye I bid farewell awkwardly
The way back home is too far
In the same time Just for a minute
In the same space Stay for a minute
Everything in that short moment
The moment that stopped for you and me
Why did I not realize it was a miracle
I stopped that day with the age old Story
I’m grieving our relationship longer than the time we loved each other
Far away past the Galaxy
I’m crossing our white memories
It’s okay if I see you in my dreams
So let’s meet again One Of These Nights
Oh I can’t hurry up and forget
I’m still in the same place even when I turn the page in my calendar
In your eyes Just for a minute
In your caress Stay for a minute
Everything in that short moment
The moment that stopped for you and me
I think I started twinkling in that moment
Baby One of these days
One of these years
Because waiting is trivial for me

Lirik yang ditandain warna merah itu part-nya Irene, dan yang warna biru itu part-nya Yeri. Liat kan, mereka Cuma dapet line secuil doang. Sisanya dilahap habis sama Wendy, Seulgi dan Joy. Ayolah SM, kasih mereka kesempatan nyanyi lebih banyak. Yeri suaranya lumayan kok. Dan Irene.. eh Irene.. Ya sudahlah.


Overall gue suka sama comeback mereka yang ngebut banget ini. Udah kayak orang lagi kejar setoran ye. Tapi okelah karena lagunya enak, MV nya juga keren dan niat banget. Kalo boleh gue kasih advice sih sebaiknya ada jarak waktu yang cukup lama buat mereka comeback. Mungkin waktu itu bisa dipake buat ‘mengasah’ kemampuan Irene dan Yeri. Sayang banget karena kesannya cuma dijadiin pajangan doang.

Score 8/10

Jumat, 11 Maret 2016

Review Film Room (2015) : There's a Galaxy Inside a Small Room

Gue biasanya lebih suka tipikal film-film komedi romantis yang nggak butuh banyak tenaga dan emosi buat nontonnya. Thriller adalah salah satu film yang jarang banget gue tonton karena biasanya selalu bikin capek nontonnya. Tapi Room beda dari drama thriller lain yang pernah gue tonton.

Seperti film-film thriller lainnya, senjata utama Room adalah dengan ‘menyiksa’ penontonnya dengan kecemasan dan ketegangan. Tapi Room bukan tipikal film thriller yang cuma bisa nakut-nakutin kamu doang. Room adalah sebuah drama thriller yang bisa mengaduk-aduk emosi dengan cara yang cantik dan ciamik. Mungkin kamu yang nggak suka film thriller juga bakal dibikin jatuh cinta sama film ini.


Sinopsis. Jack (Jacob Tremblay), adalah seorang anak berusia 5 tahun yang hanya tinggal berdua dengan ibunya, Joy (Brie Larson), di sebuah ruangan sempit dengan satu jendela di bagian atapnya. Mereka sudah terkurung di sana dan melalui hidupnya mulai dari makan, tidur, mandi, menonton TV, sampai mencuci di ruangan itu tanpa pernah bisa melihat dunia luar.


Semua itu karena ulah seorang pria misterius yang mereka sebut Old Nick (Sean Bridgers). Joy telah diculik dan disekap di ruangan itu selama tujuh tahun hingga melahirkan Jack. Mereka dikurung tanpa pernah diizinkan untuk melihat dunia luar. Old Nick sesekali datang untuk memberikan berbagai kebutuhan sehari-hari untuk Jack dan Joy.



Seperti anak-anak pada umumnya, Jack tumbuh dengan ceria. Jack melalui hari-harinya dengan bermain dan menonton TV. Jack meyakini bahwa tidak ada dunia lain selain dia dan ibunya di ruangan itu. Mereka menyebutnya ‘Room’. Jack juga percaya bahwa Old Nick adalah makhluk ‘setengah nyata’, karena dia harus tidur di lemari setiap kali Old Nick datang. Semua yang ia lihat di TV adalah palsu, karena hanya ada dia dan ibunya di dunia ini.


Jack nggak pernah tahu apa yang sebenernya udah dilakukan Old Nick pada dia dan ibunya. Hingga suatu hari, Joy merasa Jack sudah cukup besar untuk mengetahui semuanya. Mereka pun menyusun rencana untuk bisa melarikan diri dari ruangan itu, yaitu dengan membuat Jack seolah ‘mati’ sehingga Old Nick bisa membawanya keluar untuk dikuburkan. Berhasilkah rencana mereka?


Review. Dari awal film ini udah bisa bikin gue sesak dengan kondisi Jack dan Joy yang terkurung di sebuah ruangan selama hampir tujuh tahun. Nggak banyak yang bisa mereka lakukan di situ. Uniknya, perasaan sesak itulah yang bikin gue seakan ‘manut’ untuk terus ngikutin perjuangan mereka buat bisa lari dari situ, yang udah pasti nggak bakalan gampang. Gue kagum sama tokoh Jack. Ini anak kecil-kecil cabe rawit ye, aktingnya jempolan banget. Gue bisa ngerasain hubungan ibu-anak yang begitu kuat antara Jack dan Joy.


Awalnya gue bingung mau dibawa kemana sebenernya cerita film ini. Biasanya film thriller selalu membuat  kita menebak-nebak apa yang bakal terjadi selanjutnya. Tapi film ini? Dia bisa dibilang selesai waktu Joy dan Jack akhirnya bisa kembali ke kehidupan normal, tapi ternyata Room masih menyisakan trauma khususnya untuk Joy, yang bahkan mencoba buat bunuh diri.


Benang merahnya terletak di permainan emosi antara keduanya. Room sukses mengaduk-aduk emosi penonton dari awal sampai akhir. Dia nggak butuh mempertajam karakter Nick sebagai biang onar dari semua ini, seperti halnya film thriller lain dengan karakter semacam pembunuh psikopat yang dibuat menakutkan dan para korbannya yang lemah nggak berdaya. Jack dan Joy bukan bagian dari para korban tersebut. Penggunaan sudut pandang anak kecil berumur 5 tahun untuk melihat realitas juga menarik dan patut diacungi jempol.


Dan Jack, ya ampun Jack, rasanya pengen gue culik ini anak. Gue gemes banget waktu dia ngerelain rambut panjangnya dipotong buat menyemangati Joy. Joy juga adalah sosok ibu yang hebat. Dia bahkan bisa menciptakan ruang yang lebih luas dari galaksi di dalam ‘room’ yang sempit untuk Jack. Memang ya, nggak ada yang bisa menandingi hubungan dan cinta antara ibu-anak. Oh ya, film ini diangkat dari novel best seller karya Emma Donoghue. Gue jadi penasaran dan pengen baca novelnya juga nih.




Dan sepertinya Room bakal jadi salah satu film yang bisa gue tonton berulang-ulang tanpa bikin bosan. Pokoknya film ini jempolan dan recommended banget deh. Yang belum nonton ayok buruan nonton! Score 9/10.