Rabu, 10 Februari 2016

Review Film Kung Fu Panda 3 : Pencarian Jati Diri Si Panda Gendut

Po si panda gendut yang jago kungfu kembali menyapa penggemarnya setelah hiatus selama kurang lebih lima tahun. Kung Fu Panda 3 kembali menceritakan petualangan Po dan binatang lainnya dalam dunia Kung Fu, kali ini dengan musuh bernama Kai yang berbahaya. 


Kung Fu Panda 3 berfokus di karakter Po dalam usaha pencarian jati diri di tengah carut marutnya dunia Kung Fu yang berhasil dikacaukan oleh Kai, yang gue sendiri masih belum paham sebenernya makhluk apa sih si Kai ini, apakah dia Kuda? Kerbau? Atau Kuda Nil?


Sinopsis. Setelah sekian lama berpisah dengan anaknya, Li (Bryan Cranston), kembali bertemu dengan anaknya Po (Jack Black). Po pun akhirnya kembali ke kampung halamannya, namun dalam keadaan yang genting, karena saat itu dunia Kung Fu sedang terancam oleh munculnya Kai (J.K Simmons), spirit warrior yang memiliki kemampuan untuk mencuri chi pajurit lain.


Li dan Po pun berusaha mmbentuk sebuah gerakan untuk menghalau Kai dengan melatih warga desa agar mahir dalam bela diri Kung Fu. Tentu bukan sebuah perjuangan yang mudah, namun Master Shifu (Dustin Hoffman) tetap mempercayakan Li dan Po untuk melakukannya. Dibantu oleh Furios Five yang beranggotakan Master Tigress (Angelina Jolie), Master Crane (David Cross), Master Mantis (Seth Rogen), Master Viper (Lucy Liu), dan Master Monkey (Jackie Chan), Po mulai belajar untuk melatih warga desa berbagai jurus Kung Fu agar siap melawan serangan Kai. Berhasilkan Po dan kawan-kawan?

Review. Film ini gak perlu menawarkan konflik yang dahsyat buat mempesona penontonnya. Karakter Po yang semakin ‘jadi’ di film ini cukup menjadi magnet yang kuat buat menyihir penontonnya tetap duduk manis sampe film ini selesai. Kita bakal diajak mengikuti kisah persahabatan Po dan kawan-kawan sambil terus fokus pada perjalanan Po dalam pencarian jati dirinya.


Banyak adegan yang sukses bikin gue ketawa sampe adegan yang bikin gue terharu. Munculnya karakter Li cukup menonjol dan pas banget buat memperkuat unsur ceritanya. Pesan tentang betapa berharganya sebuah keluarga mampu bikin gue ngerasa simpati sama hubungan antara Po dan Li. Cukup bikin emosi gue naik turun selama nonton film ini.


Karakter Kai yang badass abi juga berhasil tampil sebagai peran antagonis yang ngegemesin. Kalo gue bilang karakter Kai sebagai penjahat agak jomblang ye sama penampilan fisiknya yang bisa dibilang lucu. Gue masih bertanya-tanya Kai ini binatang apa sih? Mungkin kuda nil atau cenderung ke kerbau yang telah berevolusi ? Kehadiran Furious Five sebagai sebuah tim juga tampil manis di film ini.


Selain menyajikan kisah persahabatan yang dibumbui dengan komedi dan sedikit drama, film ini juga tampil kece dengan gambar super halus dan view yang memanjakan mata. Cukup realistis buat ukuran film animasi. Gue suka sama efek pantulan sinar matahari dan penggambaran langit di film ini, kayak asli ya.



Overall gue puas dengan film ini. Cukup mengobati kekecewaan gue dengan Kung Fu Panda 2 yang agak nyebelin dengan alurnya yang hambar. Recommended buat nonton bareng sama keluarga. Score 8/10.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar