Jumat, 12 Februari 2016

Review Boruto Naruto The Movie : Your Hero is Finally Have a Kid, How About You?

Rasanya masih baru kemarin gue nonton episode pertama Naruto di TV, dan sekarang tau-tau Naruto udah punya dua anak aja. Mungkin itu salah satu pertanda kalo gue udah mulai beranjak tua dewasa. Naruto The Movie kali ini mengisahkan tentang Konoha beberapa tahun kemudian setelah Naruto resmi menjabat sebagai Hokage. Beberapa Shinobi sudah menikah dan punya anak, dan anak-anak mereka juga ikut ambil bagian di film ini.


Banyak penggemar Naruto yang bilang film ini jelek, mengecewakan, tapi banyak juga yang bilang filmnya bagus banget. Kalo gue bersyukur aja sih seenggaknya Naruto masih belum tamat, dan dengan banyaknya filler yang mengisi cerita Naruto, mungkin Naruto baru bakal tamat sekitar 10 tahun lagi, setelah Boruto punya cucu. Lanjut ke reviewnya yuk.


Sinopsis. Naruto yang kini telah menjabat sebagai Hokage harus merelakan waktunya bersama keluarga untuk mengurus banyak hal di desa Konoha. Sang anak sulung, Boruto, merasa kecewa karena ayahnya terlalu sibuk. Naruto bahkan gak sempat buat mengajari dan melatih Boruto sebelum menghadapi ujian Chuunin. Hal itu membuat Boruto berontak dan mencari jalannya sendiri. Sayangnya, Boruto memilih buat mengambil jalan pintas, yaitu dengan menggunakan alat ninja yang sebenernya dilarang.


Seperti ayahnya dulu, Boruto tergabung dalam sebuah tim yang beranggotakan tiga orang, yaitu Uchiha Sarada dan Mitsuki. Sarada adalah anak dari Sasuke dan Sakura, sedangkan Mitsuki walaupun dikenal sangat berbakat, identitasnya masih belum jelas. Mitsuki masih ogah mengatakan siapa orang tuanya yang sebenarnya.

Ujian Chuunin pun dimulai, satu per satu tahap berhasil dilewati oleh Boruto. Namun di tahap ke tiga saat melawan Shikadai (anaknya Shikamaru), jurus ‘terlarang’nya pun akhirnya ketahuan. Naruto sebagai pemimpin yang baik memutuskan buat mendiskualifikasi Boruto. Di tengah ketegangan itu, tiba-tiba muncullah musuh, Ootsutsuki Momoshiki dan Ootsutsuki Kinshiki. Kedua orang dari klan Ootsutsuki ini berusaha buat merebut seluruh chakra shinobi, bahkan kalangan Jinchuriki termasuk Naruto.


Mereka pun terlibat dalam pertarungan sengit. Sasuke berusaha membantu Naruto dan bekerja sama saling melengkapi kekuatan masing-masing. Namun rupanya musuh lebih kuat. Naruto hilang terkena ledakan dan terbawa hingga ke dimensi lain. Boruto yang akhirnya menyadari kesalahannya, bertekad untuk pergi menyusul sang ayah bersama Sasuke dan empat Kage lainnya. Mereka berusaha untuk mengalahkan Momoshiki dan Kinshiki dengan segala kekuatan yang dimiliki. Gimana kelanjutannya? Berhasikah Boruto menyelamatkan ayahnya?

Review. Naruto The Movie kali ini lebih banyak diwarnai dengan unsur drama dibanding aksi pertarungan ninja yang bikin deg-degan. Gue pikir wajar sih, karena ini pertama kalinya tokoh Boruto muncul. Butuh sebuah ‘narasi’ yang menjelaskan hubungan antara Naruto dan Boruto, dan itu cukup berhasil di film ini. Gue salut sama Naruto yang berusaha tetap memantau anaknya di tengah kesibukannya sebagai Hokage. Tapi kalo gue bilang drama di film ini porsinya cukup adil dibanding film ‘The Last’ yang menye menye banget itu.

Gue juga suka liat kekompakan Naruto dan Sasuke di film ini. Gak seperti hubungan rumit yang meledak-ledak diantara keduanya waktu mereka masih remaja. Memang ya, umur itu mempengaruhi :p Pertarungan mereka saat melawan musuh di penghujung film cukup mengobati kekangenan gue sama pertarungan epic para ninja khas Naruto. Mereka bisa saling melengkapi, dan itu berhasil.

Sifat Boruto gak beda jauh dengan Naruto waktu masih kecil yang bersemangat, meledak-ledak, dan kadang sedikit songong. Kita juga bisa melihat tokoh-tokoh lama yang mungkin sekarang udah pada berumur seperti Kakashi. Somehow gue masih berharap Neji bisa tiba-tiba muncul di sini dan ikut bertarung bersama Naruto dan Sasuke :p


Gue suka sama perkembangan teknologi yang juga diceritakan di film ini, makin menegaskan kalo Naruto udah melewati banyak waktu sampe akhirnya punya anak. Para tokoh juga digambarkan penampilannya berubah, seperti Kiba dan Choji yang akhirnya menampakkan jidat yang lebar ala om om,  and surprisingly, Gaara dengan rambut polemnya, kok jadi ganteng ya? Itu Gaara udah punya bini belum sih? Sama Tenten aja kenapa :p

rambut polem, pake eyeliner pula. udah kayak member boyband belum?
akankah ada love line di antara mereka?
Tapi yang bikin agak jomblang, cerita di film ini agak bolong-bolong ye. Diceritakan Killer Bee sudah berhasil ditaklukkan oleh Ootsutsuki di awal film. Belum jelas apakah doi udah mati atau hanya kehilangan Bijuu nya. Tapi bukannya kalo Jinchuriki kehilangan Bijuu nya, dia juga bakal ikut mati/? 

Terus, musuh yang tiba-tiba datang menghantui bagaikan jelangkung. Gak sopan banget ye tiba-tiba dateng tanpa ngirim sms dulu. Btw itu si Momoshiki kayaknya lagi sakit anemia ya, pucat banget muka sampe sekujur badan, atau mungkin dia mah albino? :p 


Sekian review dari gue. Overall gue puas sama filmnya. Cukup menghibur dan feel so nostalgic banget melihat Naruto tumbuh sampe akhirnya jadi Hokage dan punya anak. It’s funny how I started watching Naruto on TV for years and ended up with goddamn thing named laptop. Naruto aja udah bisa kirim email, gue juga bisa nonton pake laptop haha. Score 8/10.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar