Jumat, 08 Januari 2016

Review Film Surga Yang Tak Dirindukan (2015) : Pelajaran Tentang Sabar dan Ikhlas

“Sesuatu yang ditutupi akan terlihat buruk meskipun itu adalah hal yang baik”. Itulah quote yang terus nemplok di kepala gue setelah film ini selesai. Gue masih gak paham kenapa pria setampan dan sekalem Fedi Nuril lagi-lagi dapet peran laki-laki beristri dua, apa aku aja gak cukup buat kamu, Mas?
Film ini diangkat dari novel berjudul sama dan dirilis pada Juli 2015. Film ini sendiri sukses merebut perhatian masyarakat dan jadi trending topic di masa peluncurannya. Nah gue kemana aja baru nulis reviewnya sekarang? Padahal pemeran utamanya tuh Fedi Nuril, the very first actor who caught my whole heart jauh sebelum para oppa dari Korea datang menyerang. Hehehe maapkan gue yang out of date ini dan mari kita lanjutkan saja pada reviewnya.



Sinopsis. Prasetya (Fedi Nuril) adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang hidupnya lurus-lurus aja mendadak teralihkan dunianya saat bertemu Arini (Laudya Cynthia Bella). Arini adalah seorang relawan yang senang mendongeng kepada anak-anak. Dibantu oleh sahabatnya Amran (Kemal Pahlevi), Pras pun berusaha buat ngedeketin Arini dan menyatakan maksudnya buat menikahi Arini. Gayung bersambut, Arini pun menerima lamaran Pras dan mereka pun menikah. Kebahagiaan mereka makin lengkap dengan lahirnya seorang anak perempuan bernama Nadia. Apakah kisah mereka berjalan happily ever after bak negeri dongeng? Awalnya memang begitu, tapi kehidupan bahagia damai sentosa itu mendadak tercoreng dengan hadirnya sosok Meirose (Raline Shah), sang istri kedua.

Meirose mengalami kecelakaan mobil dalam keadaan hamil 7 bulan. Usut punya usut ternyata itu adalah upaya bunuh diri karena udah kepalang depresi ditinggal pergi sama calon suami. Dan Pras yang kelewat baik hati itupun hadir sebagai sosok penolong. Dan jalan satu-satunya yang harus ditempuh adalah dengan menikahi Meirose. Salahnya, niat baik itu disembunyikan dari Arini, yang akhirnya menjadi bom waktu dan siap meledak kapanpun.


Dan seperti gue bilang, bom itupun meledak dan bikin Arini ngamuk dan kecewa berat sama suaminya. Apapun penjelasan Pras gak bisa diterima Arini, tapi Arini yang murka tetap berusaha mencari tau tentang Meirose. Dan siapa yang menyangka kalo peristiwa yang Arini alami justru mengungkap cerita di masa lalu yang selama ini dipendam oleh ibunya. Disinilah kesabaran dan keikhlasan Arini sebagai seorang istri diuji. Mampukah Arini bertahan? Siapakah yang akhirnya dipilih oleh Pras? Arini atau Meirose?


Review Film Surga Yang Tak Dirindukan (2015) : Pelajaran Tentang Sabar dan Ikhlas

Huh agak berat emang konflik dari film ini, bukan tipikal film favorit gue tapi karena di sana gue bisa liatin wajah gantengnya Abang Fedi selama 124 menit, gue pun menontonnya dengan hati gembira. Tapi siapa sangka film ini justru berhasil bikin gue nangis bombay di akhir cerita. Siapapun fansnya Fedi Nuril gue jamin bakal tambah kelepek kelepek sama doi setelah nonton film ini. Gantengnya tuh gak berubah, tambah ganteng malah :p

Gue salut sama tokoh Arini yang bisa super duper sabar ngadepin situasi sulit kayak begitu. Di tengah emosi yang meledak-ledak karena diduain suami, dia masih aja sabar dan gak tegaan sama Meirose. Kalo gue sih udah gue bakar rumahnya Meirose sambil ketawa setan ala di film-film. Meskipun jalan utama ceritanya adalah tentang poligami, inti dari film ini adalah tentang arti sabar dan ikhlas, yang adalah hal paling berat buat dijalanin.

Tokoh Meirose juga cukup menonjol di sini. Jangan harap Raline Shah akan menjelma jadi wanita perebut suami orang dengan sejuta akal bulusnya kayak di drama pagi di tivi tivi itu, bersyukurlah karena gak semua istri kedua itu nista dan durjana seperti banyak diceritain di tivi. Transformasi karakternya dari wanita depresi ke istri solehah yang jago masak dan manjain suami itu juga gue salut banget. Meirose juga bisa tetep sabar dan nahan diri waktu dilabrakin Arini. Kalo di sinetron sih udah pasti heboh tuh berantemnya istri pertama dan istri kedua, ketauan banget kalo gue suka nonton sinetron :p Ah sudahlah.

Sosok Amran (Kemal Pahlevi) jadi kejutan tersendiri di film ini. Kalo kamu mengenal Kemal sebagai seorang komika yang konyol dan nyeleneh, kamu bisa melihat sisi lain dari seorang Kemal yang ternyata bisa juga tampil kalem dan dewasa. Dia selalu hadir menjadi penengah di antara konflik para istri, dan terus mendukung sahabatnya Pras.


Review Film Surga Yang Tak Dirindukan (2015) : Pelajaran Tentang Sabar dan Ikhlas

Ditambah dengan barisan soundtrack garapan Melly Goeslaw yang kece abis, film ini makin mengharu biru di setiap alur ceritanya. Selain penampakan banyak iklan yang numpang tampil banget, film ini tampil outstanding dan berhasil bikin gue makin cinta sama Abang Fedi. Jadikan aku istri ketigamu Mas :p Score 8,5/10.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar