Sabtu, 09 Januari 2016

Review Film Negeri Van Oranje (2015) : Cinta Segi Lima Dalam Balutan Friendzone

Negeri Van Oranje termasuk salah satu film yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya. Bahkan sebelum filmnya rilis, teasernya sudah dilihat oleh jutaan viewers di situs Youtube.

Review Film Negeri Van Oranje (2015) : Cinta Segilima Dalam Balutan Friendzone

Film ini sendiri diangkat dari novel berjudul sama karangan Wahyunigrat dan kawan kawan. Sekeren apa sih film ini? Apakah sefantastis dan sebombastis promosinya di media?

Review Film Negeri Van Oranje (2015) : Cinta Segilima Dalam Balutan Friendzone

Sinopsis. Adegan dimulai dengan Lintang (Tatjana Saphira), yang sudah siap menuju altar pernikahannya, dan calon suaminya diceritakan adalah salah satu dari empat sahabatnya yaitu Banjar (Arifin Putra), Wicak (Abimana Aryasatya), Daus (Ge Pamungkas) dan Geri (Chicco Jerikho). Disini alurnya mulai menarik nih, kita sebagai penonton dibikin penasaran dan terus menebak-nebak siapa kira-kira diantara 4 cowok kece itu yang beruntung dapetin Lintang.

Cerita mundur ke beberapa waktu sebelumnya, tentang gimana mereka pertama ketemu dan mulai jadi sahabat. Bermodalkan pemandangan aduhai dari berbagai sudut di negeri Belanda film ini bakal bikin penontonnya mupeng dan ngedadak pengen liburan ke luar negeri, termasuk gue sih.

Review Film Negeri Van Oranje (2015) : Cinta Segilima Dalam Balutan Friendzone

 Alur cerita dibuat maju mundur, bersetting di beberapa kota di Belanda dan kota Praha di negeri Ceko. Udah bisa ditebak dong, di antara kelima sahabat ini cuma Lintang satu-satunya perempuan, dan empat cowok lainnya udah pasti naksir sama Lintang. Semacam cinta segi lima dalam balutan friendzone. Lintang pun jadi ajang rebutan dan taruhan 4 temannya. Siapakah yang akhirnya bersanding dengan Lintang di pelaminan?

Review Film Negeri Van Oranje (2015) : Cinta Segilima Dalam Balutan Friendzone


Film ini udah punya modal kuat buat jadi keren, tapi sayangnya banyak miss di sana sini yang bikin film ini gagal jadi keren. Cerita terlalu dibikin rumit dengan hubungan antara kelima tokoh utamanya. Alih-alih menggiring penonton buat mendalami karakter lewat kisah persahabatan mereka, film ini terlalu fokus buat mertahanin ‘misteri’ tentang siapakah dantara Banjar, Wicak, Daus dan Geri yang akhirnya berhasil dapetin Lintang. Alurnya dibikin loncat-loncat gak karuan, dan kalo gue bilang, bukannya bikin penasaran malah bikin capek nontonnya.

Review Film Negeri Van Oranje (2015) : Cinta Segilima Dalam Balutan Friendzone

Skenarionya juga agak hambar, dialognya dangkal dan gak ada quote yang menarik buat diingat. Dialognya kebanyakan malah nyeritan tentang monumen bersejarah gitu dan tempat-tempat menarik di Belanda. Dan gue masih gak paham sama editing efek cahaya matahari yang dibikin silau di setiap sudut, apa emang di Belanda mah mataharinya kayak begitu ya? :(

Gak sedikit film Indonesia yang syuting di luar negeri cuma ngejadiin setting tempat sebagai jualan utamanya. Narasinya sendiri justru malah jadi hambar dan jatuhnya lebih mirip film dokumenter jalan-jalan di luar negeri. Dan sayangnya, Negeri Van Oranje termasuk dalam tipe film seperti itu. Tadinya gue sempet berharap film ini bisa sekeren You Are The Apple of My Eye, dilihat dari alur ceritanya yang mirip.



Tapi tenang, film ini masih cukup menghibur dengan barisan aktor yang kece abis. Skenario yang seadanya itu berhasil diselamatkan oleh para aktor yang menjiwai banget perannnya masing-masing. Banjar dan Daus selalu berhasil bikin gue ketawa dengan kekonyolan mereka. Tumben ya Arifin Putra gak dapet peran sebagai cowok ganteng kalem ala ala :p Dan yang paling bikin gue terpesona adalah tokoh Wicak. Abimana Aryasatya berhasil meranin tokoh Wicak yang pendiam dan gak banyak ngomong, tapi sekalinya ngomong bikin orang tertegun gitu, Lintang sendiri dibikin kagum sama karakternya Wicak dibanding 3 sahabatnya yang lain, spoiler bukan ya? Udah bisa nebak siapa yang akhirnya berhasil menaklukkan hati Lintang?

Score 7/10.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar