Sabtu, 05 Desember 2015

Review Film No Escape (2015) : Lets Find The Way Out

Holaaa buddies. Gue balik lagi dengan review film nih. Kali ini review film baru berjudul No Escape. Film ini mengusung genre action thriller dan berlatar di salah satu negara di Asia Tenggara. Gak disebutin negara mana yang dimaksud, tapi gue agak ngerasa film ini tuh kayak yang mandang lemah Asia banget, Asia Tenggara lagi. Begitukah cara Amerika memandang negara-negara di Asia?


Film ini menceritaka seorang engineering asal Amerika bernama Jack Dwyer (Owen Wilson) yang membawa istrinya, Annie (Lake Bell) dan kedua putri mereka Lucy (Sterling Jerins) dan Beeze (Claire Geare) pindah ke sebuah negara di kawasan Asia Tenggara. Jack ingin mencoba membangun karir barunya di sana. Tapi, perjalanan mereka sendiri bawaannya rewel banget seolah jadi firasat buruk tentang kedatangan mereka di negara itu.


Setelah melalui sedikit masalah di bandara, mereka pun sampai di hotel berkat bantuan pria misterius bernama Hammond (Pierce Brosnan. Masalah gak berhenti di situ. Televisi, lampu, dan telepon dikamar hotel mereka gak berfungsi dengan baik, bahkan buat mencari koran USA Today saja susahnya kebangetan. Dan sebuah petaka muncul waktu mereka menyadari ternyata negara itu lagi berada dalam krisis karena adanya kudeta. Kota-kota dihancurkan dan mereka terjebak tanpa adanya jalan keluar. Bukannya bisa memulai kehidupan mereka, keselamatan mereka justru terancam. Gimana lanjutan ceritanya? Akankah Jack bisa menyelamatkan keluarganya dari keadaan itu?


Di bagian awal kamu bisa menilai kalau pesan yang ingin disampaikan sama film ini sebenarnya baik, dari sinopsisnya aja kita bisa tau bahwa cerita film ini ingin menggambarkan betapa berharganya sebuah keluarga. Tapi sayangnya modal itu gak dimanfaatin dengan baik. Gue kesel banget nontonnya karena petualangan yang diceritakan jatuhnya malah jadi konyol.



Plot yang berjalan cepat sebenernya bagus karena kita langsung bisa ngikutin jalan ceritanya, tapi di sini malah bikin filmnya berasa monoton. Thrill nya sebenernya udah punya modal kuat buat jadi pecah dengan segala kegelisahan di cerita dan karakter, tapi kok jadinya malah hambar. Adegan tembak-tembakan dan bom meledak juga kurang greget, kesannya cuma ‘oh gitu doang?’ Film ini gak lebih dari another film tembak-tembakan yang berisik. Tapi lumayan bikin mata melek sih hehehe. Rate 6/10.



Gimana menurut kamu? Thanks for reading and have a nice day!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar