Rabu, 09 Desember 2015

Review Film Goodnight Mommy (Ich Seh Ich Seh) : Horror yang Elegan

Hola buddies gue balik lagi dengan another movie review nih. Kali ini gue mau nulis tentang film yang lagi happening banget di Path yaitu Goodnight Mommy. Banyak yang nulis review positif tentang film ini. Film ini juga dikabarkan berhasil mencuri perhatian di festival film internasional apa gitu. Alhasil gue pun penasaran dan download filmnya. So lets go on with the review guys.


Sinopsis. Elias (Elias Schwraz) dan Lukas (Lukas Schwraz) adalah anak kembar yang sangat senang bermain di alam. Mereka berlarian di kebun jagung, berkelana di hutan, bermain air di danau, dan aneka permainan semacam si bolang di alam sekitar rumah. Elias dan Lukas suka banget sama binatang, mereka pernah sampe ngelayap masuk ke sebuah lubang *yang isinya tengkorak manusia/?* cuma buat nyelamatin kucing. Yang unik, mereka juga suka ngumpulin kecoa dalam toples dan akuarium. Di situ horror nya udah dapet banget, awas aja kalo kecoanya sampe terbang. Oke kita lanjutkan.


Diceritakan ibu Lukas dan Elias bernama Marie Christine (Susanne Wuest). Ia seorang artis pendatang baru. Gak dijelasin siapa ayah mereka dan kenapa mereka tinggal di daerah yang sepi. Seluruh wajah Marie diperban sehingga sulit mengenalinya. Mungkin sang mama habis operasi plastik di Korea? Entahlah tapi setelah kembali dari rumah sakit, Marie menjadi pemarah dan menuntut ketenangan rumah. Marie menyuruh anaknya bermain di halaman rumah tanpa keributan dan gak boleh membawa pulang binatang kayak dulu. Marie juga gak mau kena matahari, gak mau ada tamu, dan selalu mengunci pintu kamar.



Atmosfer yang aneh muncul waktu pengantar makanan datang membawa makanan beku dalam jumlah besar. Si masnya bahkan bilang kalo makanan beku yang dipesan itu cukup buat stok 1 tahun. Kecurigaan si kembar bertambah waktu Marie meminta Elias untuk mengabaikan Lukas. Marie bahkan gak mau memberi baju dan makanan pada Lukas. Matanya hanya melihat Elias dan gak mengakui adanya Lukas di situ.


Elias dan Lukas pun makin curiga sama sang mama. Mama yang dulu selalu berperilaku lembut dan menyanyikan lagu nina bobo, kini berubah kasar dan pendiam. Mereka pun sepakat buat mengungkap siapa wanita itu sebenarnya dengan menyanderanya di atas ranjang. Mereka juga melakukan macam-macam siksaan pada Marie biar mengakui siapa dia sebenernya. Gimana lanjutan ceritanya? Siapa Marie sebenernya? Benarkan kecurigaan Elias dan Lukas?



Film ini recommended pake banget deh. Kamu bakal ngerasain suasana creepy dari awal sampe akhir film. Di buka dengan adegan kelompok choir menyanyikan lagu nina bobo khas Jerman, adegan si kembar lagi lari-lari di kebun jagung, sampe wajah Marie dengan perbannya yang misterius. Film ini gak banyak dialog tapi justru di situ keunikannya. Gue sampe skip filmnya berulang-ulang takut-takut subtitlenya gak cocok atau gimana, akhirnya ngikutin dulu dan ternyata emang dialognya dikit banget. Pemainnya juga irit, cerita hanya fokus di si kembar dan mamanya yang misterius. Sinematografinya cucok cyin mirip film-film indie gitu.





Banyak pemandangan yang keren, cukup keren buat ukuran film horror. Alur ceritanya unik dan bikin penasaran. Gue udah curiga sih dari awal dengan kelakuan salah satu dari si kembar yang suka ngilang-ngilang sendiri. Tapi tenang gue gak bakal banyakin spoiler karena plot twist nya keren banget. Gue sampe nganga gitu beberapa detik buat ngerti maksudnya apa. Film ini berhasil menjebak gue dari awal sampe akhir. Gak perlu hantu dengan penampakan yang seram buat bikin film horror yang bagus. Score 8.5/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar