Kamis, 31 Desember 2015

Review Film Crimson Peak (2015) : Beautifully Shooted Horror Movie

Crimson Peak adalah salah satu film horror paling outstanding yang gue tonton di tahun 2015 selain Goodnight Mommy. Ceritanya memang masih lagu lama, mengenai hantu yang gentayangan di sebuah rumah, tapi latar era zaman gothic dengan view bangunan dan nuansa serba vintage yang serba gelap cukup jadi bonus yang memanjakan mata di sepanjang durasi film.


Sang sutradara, Guillermo Del Toro sendiri mengklaim kalo Crimson Peak bukanlah sebuah film horror melainkan gothic romance, walaupun filmnya sendiri diwarnai oleh para hantu yang wara wiri di sepanjang cerita. Gimana sih ceritanya?



Film ini dimulai dengan seorang gadis bernama Edith Cushing (Sofia Wells) yang percaya akan adanya hantu. Edith sendiri pertama kali melihat hantu di usia sepuluh tahun. Edith melihat hantu yang berwujud seperti sang mama yang meninggal karena terkena wabah kolera. Hantu itu terus saja datang sampai Edith dewasa (diperankan oleh Mia Wasikowska). Edith pun ketakutan sampe suatu hari si hantu membisikkan sebuah pesan, “Waspadalah pada Crimson Peak.”

Karena akrab dengan penampakan hantu, Edith pun menuliskannya dalam sebuah cerita novel. Edith punya impian suatu hari novelnya dapat diterbitkan dan dibaca oleh banyak orang. Tapi, pada zaman itu keberadaan wanita sendiri masih dimarjinalkan dan novel dengan tema hantu dianggap kurang menarik sama pihak penerbit. Tapi Edith sih gak begitu amil pusing karena masih bisa bergantung pada sang ayah, Carter Cushing (Jim Beaver) yang merupakan seorang pengusaha kaya yang disegani.

Suatu hari Carter kedatangan tamu dua orang kakak beradik yang menawarkan proposal usaha tambang tanah liat, yaitu Thomas Sharpe (Tom Hiddleston) dan Lady Lucille Sharpe (Jessica Chastain).  Carter dari awal udah curiga nih sama kakak beradik ini, terlebih sang kakak yang kelakuannya agak misterius. Disanalah Thomas bertemu Edith. Thomas memuji tulisan-tulisan Edith yang dia anggap menarik, padahal penerbit bilang kalo tulisan kayak begitu gak bakalan bisa laku. Sesingkat itu pula Edith yang polos dan naif pun jatuh cinta pada Thomas.



Suatu hari ayah Edith ditemukan terbunuh secara keji dan misterius. Edith yang kini tinggal sebatang kara pun gak punya pilihan lain selain menikahi sang pria pujaan yaitu Thomas. Mereka pun menikah kemudian memutuskan pindah ke rumah keluarga Thomas di Allerdale Hall. Rumah itu sangat besar dan megah tapi gak terawat dan terlihat suram. Thomas tinggal berdua bersama sang kakak yang gue sebutin tadi, Lady Lucille.



Seiring waktu, Edith pun menemukan beberapa kejanggalan di rumah itu, yang membawanya pada kejadian masa lalu tentang Crimson Peak yang dibisikkan oleh hantu sang mama. Belum lagi kelakuan sang kakak ipar yang misterius dan mencurigakan. Lucille selalu berusaha menggiring Thomas pada kenangan masa lalu bersama Crimson Peak. Keberadaan tanah liat berwarna merah di bawah fondasi Allerdale Hall pun menuntun Edith buat mengungkap misteri di balik Crimson Peak.
Gimana lanjutan ceritanya? Apa sih Crimson Peak itu? Ada apa dibalik kelakuan Lucille yang misterius? Berhasilkan Edith mengungkap misteri Crimson Peak?



Film ini lumayan bikin gue merinding, hanya dengan nuansa gotiknya yang suram, suara deritan pintu, suara atap yang rusak bahkan daun-daun berjatuhan. Pembangunan atmosfer creepy dan suram berhasil bikin film ini tampil outstanding tanpa harus menampilkan sosok hantu secara berlebihan. Gue suka sama cara film ini menampilkan bangunan-bangunan tua mulai dari kastil dan rumah-rumah di antara hamparan salju, yang katanya sih dibuat sendiri sama kru filmnya. Wow, daebak! Dan di antara adegan-adegan mencekam itu yang paling gue inget adalah hamparan darah di atas salju, karena kontras banget kan. Serem sih tapi entah kenapa gue malah keinget sama es serut yang disiram sirup stroberi hahaha.




Yang gue tangkap dari film ini adalah, manusia kadang bisa ngelakuin hal yang lebih jahat dari setan atau hantu, dan adanya hantu dalam cerita ini hanya sebagai penuntun buat mengungkap sisi yang lebih gelap dari hantu itu sendiri. Duh ribet amat yak. Unsur romance antara Edith dan Thomas sendiri cuma jadi epilog cerita aja sih kalo menurut gue, dan munculnya tokoh dokter Alan McMichael (Charlie Hunnam) sebagai orang ketiga juga cuma sekedar numpang lewat dan gak begitu penting. Dan di akhir cerita gue jadi kasihan sama Thomas dan Lucille yang udah jadi korban keserakahan orang tuanya. Akting para pemainnya jempolan. Dan yang paling jempolan dari film ini ya settingnya yang cucok banget cyin, kalo foto-foto di sana pasti yang like bakal banyak banget hahaha. Overall filmya bagus, ceritanya sih masih lagu lama, tapi disajikan dengan apik dan memuaskan. Score 8,5/10.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar