Rabu, 02 Desember 2015

Review Film Cinderella (2015) : Be Kind and Have a Courage


Cinderella adalah salah satu film kartun klasik produksi Disney paling melegenda. Gue masih inget dulu pernah dibeliin VCD nya dan gue gak pernah bosen dan selalu minta mama buat muterin lagi film Cinderella. Jaman dulu bahkan belum ada DVD, dan gak segampang sekarang kalo suka sama satu film tinggal download. Dulu gue seneng banget tiap kali nonton dan ngebayangin kalo suatu hari bakal dapetin pangeran super tampan kayak ceritanya Cinderella. Oke udah dulu curhatnya.

Disney kali ini kembali membawa kita ke kenangan masa kecil dengan merilis live actionnya Cinderella. Gak banyak cerita dan alur yang berubah antara versi kartun dan live actionnya sekarang. Justru bagus sih kalo menurut gue, jadi ceritanya tuh masih bisa dibilang asli dan otentik. Gue malah bayangin andai Cinderella dibuat dengan latar waktu tahun 2015. Mungkin Cinderella bakal sering galau di socmed gara-gara ditindas sama ibu dan sodara tirinya :P Di film ini juga diceritakan asal mula nama Cinderella.

Ella (Lily James) diceritakan sebagai anak dari sepasang suami istri yang bahagia. Kehidupan mereka berjalan damai dan tentram sampai sang ibu jatuh sakit dan meninggal dunia. Ella dan ayahnya pun larut dalam kesedihan. Ella selalu memegang teguh nasihat ibunya buat selalu berbuat baik dan memiliki keberanian. Nasihat itu pun selalu diingat Ella sampat ia beranjak remaja.


Ayah Ella adalah seorang pebisnis yang sering pergi keluar kota. Suatu hari, sang Ayah minta restunya Ella buat menikah lagi. Ella yang gak mau jadi penghalang kebahagiaan Ayahnya pun ngijinin dan bersedia menerima ibu tirinya plus bonus dua sodara tiri yang super rese dan nyebelin. Kebahagiaan Ella pun mulai hilang satu per satu, dan puncaknya adalah saat Ayahnya meninggal dalam perjalanan bisnis.


Kehidupan Ella pun berubah drastis. Dari serba berkecukupan, kini Ella harus jadi pembantu di rumahnya sendiri. Ibu dan sodara tirinya selalu memperlakukan Ella seenak jidat mereka dan gak pernah menghargai Ella. Mereka bahkan ngasih Ella julukan Cinderella, yang artinya Ella si debu, si kotor, si gak ada harganya.



Di tengah keadaan itu, Ella masih saja berpegang pada nasihat ibunya untuk selalu ‘Be Kind and Have a Courage’. Suatu hari karena udah gak kuat sama perlakuan para siluman di rumahnya, Ella melarikan diri ke hutan dengan kuda peliharaannya. Di tengah pelarian, Ella bertemu dengan serombongan pemburu, salah satunya adalah Kit (Richard Madden). Kit yang terpesona sama kecantikan Ella mengakui kalo dia hanya seorang anak magang di istana. Ella gak pernah tau kalo anak magang yang baru saja berkenalan dengannya itu adalah seorang pangeran.


Kit yang terlanjur mabuk kepayang dengan pesona Ella, mengadakan sayembara pemilihan istri biar bisa ketemu sama Ella lagi.  Berita itu pun sampai ke telinga Ella. Ella pengen banget pergi ke istana, bukan untuk ikut sayembara pemilihan istri pangeran, melainkan untuk bertemu dengan Kit. Tapi si ibu tiri yang kejam pastinya gak bakal ngebiarin Ella, dia bersama dua anaknya yang super norak selalu berusaha buat menindas Ella dan ngegagalin rencana Ella buat pergi ke istana. Gimana lanjutan ceritanya? Akankan Ella bertemu dengan si anak magang yang ternyata adalah seorang pangeran?


Film ini lumayan menghibur buar ukuran film yang jalan ceritanya udah pasti semua orang tau. Penonton hanya tinggal duduk manis dan mengikuti jalan ceritanya. Film ini mengalir dengan manis, kita bakal dibuat simpati sama kesabaran dan kecantikan hati Ella, juga dibikin benci dan gemes sama tokoh-tokoh antagonisnya. Gue keki banget sama sodara tirinya Ella yang norak abis tapi ngerasa paling cantik sedunia. Gue sedikit surprise sama karakter ibu peri yang konyol di film ini, dan berbeda sama karakter ibu peri di film kartunnya.


Sedikit modifikasi di cerita awal mula Ella dan pangeran bertemu juga pas menurut gue, jadinya chemistry mereka sudah terbangun dari awal, dan gak instan seperti yang diceritakan di versi kartunnya. Dan gue gak habis pikir kok ada ya orang yang sahabatan sama tikus. Kalo gue udah gue racun duluan tikusnya karena sumpah gue geli banget dan benci kalo ada tikus di rumah, salah siapa suka makanin sabun mandi. Dari hasil ngutang di warung lagi tuh sabunnya :’) Ella cara nafasnya lucu ya, bahunya harus naik turun gitu kayak orang kena asma :P



Overall film ini bagus, menghibur, dan cocok ditonton bersama keluarga. Dan selalu ingat kata mama, to always be kind and have a courage. Siapa tau suatu hari nanti bisa berjodoh dengan pangeran, muehehe. Rate 8/10.



Thanks for reading and have a nice day!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar