Selasa, 01 Desember 2015

Review Film The Age of Adaline (2015) : Ketika Awet Muda Jadi Bencana

Pernahkan kamu memimpikan punya wajah dan tubuh yang awet muda bahkan gak pernah menua? Mungkin kebanyakan orang punya keinginan seperti itu, tapi nggak buat Adaline Bowman (Blake Lively). Punya tubuh yang awet muda dan gak menua adalah bencana buat Adaline. Di usianya yang sudah melewati 100 tahun, Adaline masih memiliki tubuh dan wajah perempuan usia 30 tahunan


 Apa rahasianya? Suntik botox satu galonkah? Atau karena rutin minum suplemen ajaib dari Timbuktu? Tentu bukan. Adaline mengalami kejadian itu karena sebuah kecelakaan mobil di usianya yang ke 29. Ajaibnya, Adaline jadi bebas dari penuaan gara-garakesamber petir setelah kecelakaan.



Beberapa tahun setelah kecelakaan itu, Adaline baru sadar kalo dia gak pernah mengalami tanda-tanda penuaan seperti seharusnya. Wajahnya bahkan gak berubah di usianya yang udah tua. Adaline pun berinisatif buat nyari tau penyabab dari kondisinya itu. Waktu berlalu, keadaan Adaline pun diketahui oleh sekelompok ilmuwan dan memancing ketertarikan mereka buat meneliti kondisi Adaline. Adaline gak mau kalo harus jadi objek penelitian ilmuwan. Dia pun melakukan pelarian terus-menerus dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Adaline rutin berpindah dan berganti identitas setiap 10 tahun. Adaline juga selalu menjaga jarak dengan orang lain karena gak mau identitasnya terungkap. Tahun ini Adaline baru saja berganti nama dari Jennifer Larson menjadi Susan Fleisher. Saat ini Adaline bekerja di Kantor Arsip Nasional. Rekan-rekan kerjanya biasa memanggilnya Jenny.



Selama 60 tahun terakhir, Adaline bersumpah gak bakal ngasih tau rahasianya ke siapapun dan gak bakal menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi sumpah itu mulai goyah waktu Adaline bertemu dengan Ellis Jones (Michiel Huisman) di malam perayaan tahun baru. Ellis ternyata sudah menyukai Adaline sejak lama dan mulai mendekati Adaline—yang dia kenal sebagai Jenny—Awalnya susaaah banget buat ngeruntuhin benteng pertahanan Adaline, tapi lama-lama Adaline pun luluh dan mau menerima cinta Ellis.



Konflik utamanya muncul waktu Adaline ketemu sama keluarganya Ellis. Ternyata eh ternyata, papanya Ellis adalah mantan pacarnya Adaline waktu dulu. Nah loh? Gimana lanjutan ceritanya? Akankah identitas Adaline terungkap? Apakah Adaline akan tetap kekal dan gak pernah bisa menua?



Film ini tuh rapiiiiii banget penyusunan alurnya dari awal sampe akhir. Gue ngerasa kayak lagi nonton film dongeng-dongeng legenda semacam Cinderella dan Putri Salju. Konfliknya gak dibikin ribet dan mengalir dengan lancaaarr tapi jatuhnya tetep mahal. Gue suka sama cara pengenalan karakternya yang pake suara narator itu. Mirip film-film klasik jaman dulu. Lucu banget waktu Flemming manggil Adaline dengan sebutan mama, padahal Flemming lebih cocok jadi neneknya Adaline hahaha.



Gue juga suka sama cara Blake Lively meranin Adaline yang punya pertahanan kuat selama puluhan tahun tapi kemudian bertekuk lutut setelah ketemu Ellis. Lady like banget deh mulai dari cara bicara, cara berpakaian sampe sikap tubuhnya. Ellis juga ganteng banget hehehe jadi betah nontonnya. Endingnya gampang banget ketebak tapi anehnya gue tetep anteng nonton film ini sampe akhir. Film yang cukup ringan tapi tetap menghibur. Overall gue puas sama film ini. Rate 8/10.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar