Senin, 09 November 2015

Seputar Wajib Militer di Korea Selatan yang Mengejutkan

Annyeong chingudeul. Di Indonesia sekarang kan lagi booming bahas soal program bela negara yang katanya mirip mirip dengan wamil di Korea, hanya saja waktu pelaksanaannya lebih singkat. Kalian para K-Popers pastinya udah gak asing lagi dengan istilah wamil alias wajib militer di Korea sana. Banyak fangirl yang suka lebay pas idol mereka mau berangkat wamil. Nah hari ini gue mau posting satu artikel tentang wamil di Korea Selatan. Bermodalkan searching sana sini gue berhasil menghimpun infonya di bawah ini.

Wamil atau wajib militer adalah kewajiban bagi warga negara berusia antara 18 – 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara.
Warga wanita biasanya tidak diharuskan wamil, tetapi ada juga negara yang mewajibkannya, seperti di Israel. Korea Selatan adalah salah satu negara yang masih menjalankan wajib militer kepada warganya yang berjenis kelamin laki-laki.


Tujuan Wamil adalah untuk mempersiapkan para pemuda negara tersebut dengan teknik dasar militer sehingga siap membela negaranya jika sewaktu-waktu terjadi ancaman invansi dari negara lain dan militer kekurangan pasukan.


Korsel sendiri gencar menjalankan program wajib militer ini dikarenakan hubungannya dengan negara tetangganya, Korut, yang sampai saat ini masih terasa hambar pasca Perang Korea yang akhirnya memisahkan kedua negara tersebut. Pria Korea Selatan yang berumur 20-30 tahun diwajibkan mengikuti program wajib militer ini selama 2,3 – 2,5 tahun. Stress biasanya akan melanda mereka jika mendapat panggilan untuk wajib militer.


Namun ada beberapa golongan yang tidak diwajikban untuk mengikuti wajib militer ini.
1. Orang cacat.
2. Ilmuan
3. Orang yang berjasa bagi negaranya. Sehingga tim sepak bola Korea Selatan tahun 2002 ( Ahn Jung Hwan cs ) yang berhasil masuk semi final pada Piala Dunia tidak wajib mengikuti wamil.
4. Kriminal
5. Orang yang mengalami cedera fisik.
6. Jika laki-laki adalah pencari nafkah utama.
7. Sudah menikah dan tidak memiliki anak laki-laki.
8. Jika dia anak tunggal / hanya anak laki-laki. Hal ini untuk memastikan warisan dari keluargaatau semacam penerus keluarga.

Tapi mengenai poin ke 8 di atas gue pernah baca dari akun instagram @yannie_kim *seorang WNI yang tinggal dan kerja di Korea* menyebutkan bahwa


"Aku gak pernah dengar kalo anak laki satu2nya itu bisa punya pilihan untuk tidak WAMIL ( secara logika dikorea banyak yg punya anak 1 orang, kalo keluarga yg punya anak 1 bisa pilih tidak WAMIL maka sudah dipastikan 50% dr warga korea laki2nya tidak berangkat WAMIL dan sudah pasti kedepannya warga korea pasti gak mau punya anak lebih dari satu dong.Sementara korea lagi gencar2nya menggalang warganya agar mau punya banyak anak dengan iming2 santunan baik dr biaya selama hamil sampai tunjangan melahirkan dan biaya penitipan anak, pra school, tk di tanggung pemerintah Jd gak masuk akal kan?" 




Bukan hanya para artis dan orang terkenal saja yang ingin lepas dari kewajiban mereka sebagai warga negara Korea dewasa, tapi orang-orang biasa juga malas ikut wajib militer. Tentunya, siapa yang ingin mengabiskan minimal 21 bulan di kemp pelatihan dan terputus dari dunia luar. Menghentiak segala rutinitas sehari-hari bertemu teman dan harus memaytuhi perintah atasan dan hidup disiplin 24 jam penuh seperti lazimnya para anggota militer lainnya. Untuk yang senang dengan kehidupan militer, yang bercita-cita masuk ketentaraan, atau yang punya rasa cinta tanah air sedemikian besarnya sih mungkin akan senang-seang saja. Tapi pada umunya rakyat sipil biasa pasti akan mengeluh.

Banyak orang yang berusaha menghindari wajib militer ini. Cara pertama yang dilakukan adalah melepaskan kewarganegaraan. Tentunya ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang, tapi orang-orang Korea yang lahir dan besar di luar negeri punya dua kewarganegaraan Yang memilih mempertahankan kewarganegaraannya tentunya harus pulang ke Korea untuk menjalani wamil, walaupun dia bermukim di luar negeri. Masalahnya, ternyata banyak yang sengaja melepaskan kewarganegaraan Korea-nya. Orang-orang yang memilih jalur ini tidak dikenai kewajiban wamil. Enak kan? Tapi perkara tidak selesai di sini.

Bagi mereka yang melepaskan kewarganegaraan Korea karena ingin menghindari wamil akan mengalami kesulitan di masa depan jika mereka kembali ke Korea. Yang pertama, hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan kewarganegaraan Koreanya kembali. Yang kedua, jika mereka ingin berkarir di Korea, mereka harus siap menerima tekanan kultural. Masyarakat menganggap rendah dan mencibir anak-anak dari keluarga yang sengaja melepaskan kewarganegaaraan untuk menghindari wamil. Di Korea, laki-laki belum dianggap sebagai laki-laki sepenuhnya jika mereka belum masuk wamil.

Laki-laki dewasa 20 - 30 tahun yang belum ikut wamil harus siap melayani dan menuruti seniornya. Walaupun posisi di pekerjaannya lebih tinggi, orang yang belum masuk wamil akan tetap kurang dihormati dan tidak disegani. Orang-orang yang sudah menyelesaikan wamil menganggap masa-masa yang mereka habiskan dalam wamil sebagai sebuah kebanggan dan sebuah proses menjadi laki-laki sejati. Hal ini dikarenakan mereka telah melepaskan semua posisi, pekerjaan, pendidikan, dan kenikmatan lain untuk mengabdi pada negara. Inilah yang dianggap sebagai hidup baru laki-laki sejati di Korea.

Gimana menurut kalian kalo program wamil ini diterapkan di Indonesia? 

17 komentar:

  1. Ini sangat harus di indonesia.. walau 1 tahun saja

    BalasHapus
  2. Boleh juga... Secara indonesia biar tambah disiplin...berani menghadapi musuh... Terutama banyak maling

    BalasHapus
  3. wah, wamil ini harus ada di Indonesia karena bukan hanya untuk menjaga negara kita, tetapi kita juga sudah dilatih untuk menjadi laki laki yang berguna..

    BalasHapus
  4. perlu nih di indonesia biar cwok2 nya ga pada alay...hahaha

    BalasHapus
  5. Korsel wajar sih laki-lakinya diwajibkan wamil. Karena statusnya memang masih berperang sama Korut. Korsel dan Korut cuma gencatan senjata, belum melakukan perdamaian. Jadi kayaknya beda kepentingannya sama Indonesia yang mungkin kalau pun dilakukan wamil cuma untuk jaga-jaga aja. Nggak kayak warga Korea yang memang harus "siap perang".

    BalasHapus
  6. Ribet juga ya jd laki2 korea tp keren gue setuju dengan begitu mereka jd pria sejati.

    BalasHapus
  7. Disini ngapain wamil. Blm tntu smua org mau. Klo lo pd mau wamil ke korea aja sana. Disana masih konflik sm korut. Wamil cm ngara2 yg konflik aja. Berlagak mau wamil disini . Klo diadain beneram malah kabur lo. Alay

    BalasHapus
  8. klo di indo mah bnyak yg pnya jiwa kemiliteran tinggi tiap tahun nya juga, liat aja calon2 anggota akmil, harus saingan ketat dulu mau masuk Akmil juga,,, serdadu kita melimpah,,

    BalasHapus
  9. Bkal kangen nie sama ji chang wok dan jung il woo yg mau wamil

    BalasHapus
  10. wamil itu sekali seumur hidup ya? apa lebih dr sekali???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setauku sekali seumur hidup karena setelah wamil mereka bebas balik lg ke kehidupan biasa

      Hapus
  11. setuju kalo di indonesia ada wamil,jadi agar pemuda2 di indonesia siap membela negaranya jika sewaktu-waktu terjadi ancaman invansi dari negara lain dan militer kekurangan pasukan.

    BalasHapus
  12. Sangat setuju , tapi bagi mereka yang mempunyai fikiran yang sempit yang akan meruntuhkan negaranya sendiri .

    BalasHapus
  13. Wamil ya..gk kebayang kalau laki2 di indonesia bakal ikut wamil..sama cewe aja kalah..wanita di jajah pria sejak dulu..sejak kini wanita menjajah pria..kalau ada wamil di indonesia gue pengen laki2 yg tergolong diatas pada ikut semua ..biar tau rotasi siapa harus di atas saiapa di bawah

    BalasHapus