Sabtu, 29 Juli 2017

Review Drama Korea 'Fight For My Way' (2017) : Jangan Pernah Menyerah!

Setiap orang pasti memiliki sebuah impian. Saat kecil dulu, kita pasti pernah memimpikan untuk menjadi sesuatu di masa depan. Entah itu jadi dokter, jadi guru, jadi pilot atau mungkin jadi juragan lele seperti bapak Jaehwan. Tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, kita semakin mengerti bahwa menebus impian bukanlah hal yang mudah. Kita nggak pernah tau hal apa yang bakal terjadi di masa depan. Semakin bertambah usia, jalan untuk meraih impian pun makin sulit. Ditambah dengan berbagai macam problematika kehidupan yang rupa-rupa warnanya, apakah kita masih layak untuk memiliki impian?


Mungkin itulah premis yang ingin diangkat oleh drama ‘Fight For My Way’. Sebuah drama yang mengangkat kisah banyak orang khususnya muda mudi milenial di penghujung usia 20-an yang sedang galau menapaki jalan kehidupan. Sebagai seorang dewasa muda yang belum tua-tua amat sih, gue pun dibuat manggut-manggut sendiri selama nonton drama ini, sambil sesekali bilang ‘nah, ini nih’.

‘Fight For My Way’ mengisahkan empat sekawan yang berjuang melawan kerasnya kehidupan di ibu kota.

Sabtu, 08 April 2017

Review Drama Korea Queen of Ring (2017) : Karena Setiap Perempuan Itu Cantik

Mau nggak mau, harus diakui bahwa kebanyakan dari kita selalu menilai sesuatu dari luarnya. Orang berwajah cantik cenderung lebih disukai dibandingkan mereka yang kurang cantik. Buah apel yang kulitnya mulus bisa dipastikan bakal lebih laku dibandingkan apel yang penyok di sana--sini-kecuali kalo diobral-- Padahal, nggak semua apel yang mulus itu rasanya manis kan?


Walau banyak orang bilang bahwasanya kecantikan itu relatif dan jangan selalu menilai buku dari sampulnya, gak bisa dipungkiri bahwa orang cantik selalu menang banyak di pertemuan pertama.  Sebuah buku bersampul  jelek namun isinya berbobot hanya bisa kita nikmati kalo kita punya niat dan tekad yang cukup besar untuk membacanya. Bisa jadi, buku bersampul  jelek itu akan membuat kita jatuh cinta setelah membaca beberapa halaman saja.

Sinopsis. Itulah inti cerita dari web drama berjudul ‘Queen of Ring’ ini. Drama ini menceritakan tentang seorang mahasiswi seni rupa bernama Mo Nan Hee (Kim Seul Gi), yang lagi krisis pede saat mengetahui gebetannya yaitu Park Sae Gun (Ahn Hyo Seop) ternyata hanya menyukai gadis-gadis yang cantik. Walau berwajah tampan, Sae Gun punya reputasi yang buruk sebagai playboy. Selain itu, sifatnya juga angkuh, terobsesi pada kesempurnaan dan hanya menilai sesuatu dari luarnya saja.

Sabtu, 25 Maret 2017

Pengalaman Seleksi Rekrutmen Frontliner Bank BRI 2017

Sebulan belakangan ini, gue baru aja mengalami kejadian persis kayak FTV hits jaman dulu 'Jungkir Balik Dunia Sissy' *kalo lo tau FTV ini, selamat, officially lo udah tuwir sekarang*. Jadi gimana ceritanya dunia gue jadi jungkir balik kayak Sissy? 

Sejak 1 Maret 2017 kemarin, gue resmi menjadi karyawan kontrak Bank BRI sebagai frontliner. Rutinitas gue selama setahun belakangan yang sudah sangat membuat gue nyaman pun dengan berat hati harus gue tinggalkan demi menjalani rutinitas baru sebagai seorang karyawan.



Jujur, gue sama sekali nggak menyangka bakal diterima di perusahaan sebesar Bank BRI. Perjalanan gue untuk menembus perusahaan ini pun cukup panjang dan dramatis. Wkwk gue orangnya emang drama abis. Kalo kalian penasaran, apa aja proses yang harus gue lewatin demi menduduki kursi panas frontliner di Bank BRI? Ini dia ceritanya. Semoga kalian sanggup baca sampe selesai yha :')

Minggu, 29 Januari 2017

Review Film Korea Hyung / My Annoying Brother (2016) : Drama Keluarga Wajib Nonton

Sebelum gue nulis review tentang film ini, rasanya gak sah kalo gak fangirlingan dulu haha. Yap! Di film ini ada dua lelaki tampan dari dua generasi yang fans nya buanyak banget di luaran sana. Dan di antara dua lelaki ini, nampaknya gue semakin jatuh cinta sama ahjussi tampan Jo Jung Suk. Jo Jung Suk di film ini sukses meranin karakter muka preman tapi hati Hello Kitty yang awalnya nampak antagonis namun berhasil bikin penonton simpati di akhir cerita.


'Hyung' menceritakan pertemuan kembali antara dua kakak adik, Go Doo Young (Do Kyung Soo) dan Go Doo Sik (Jo Jung Suk) setelah terpisah selama 10 tahun. Go Doo Young terpaksa harus melepaskan karirnya sebagai atlet Judo nasional karena matanya yang menjadi buta pasca kecelakaan saat bertanding. Mendengar kabar adiknya yang kini tengah nestapa seorang diri, Go Doo Sik yang sedang mendekam di penjara karena kasus penipuan, akhirnya merasa seperti menemukan titik terang untuk segera keluar dari jeruji besi.

Selasa, 29 November 2016

Review Drama Korea The Legend of Blue Sea (2016) : Lebih dari Sekedar Kisah Putri Duyung

Finallllllllyyyyyyyy Min Ho oppa is back with his new drama wohoooooo! Setelah sukses meranin tokoh anak SMA kaya raya di 'The Heirs', kali ini Lee Min Ho bakal meranin tokoh ‘orang dewasa’ yang sesuai dengan umurnya dia haha, dengan karakter yang sangat berbeda dibanding peran-peran dia di drama sebelumnya. Di sini, doi berperan sebagai seorang pria licik yang berprofesi sebagai penipu profesional. Sebuah karakter yang cukup nakal dan menantang buat Lee Min Ho yang biasanya memainkan karakter protagonis yang sempurna tanpa cela.

 
Bisa dibilang, drama ini adalah drama yang paling dinantikan di akhir tahun 2016. Drama ini jadi most anticipated bukan tanpa alasan ya bok. Katanya, biaya pembuatan per episodenya tuh sampe sekian milyar Rupiah, yang katanya sih dua kali lipatnya budget 'Descendant of The Sun'. Cast nya pun istimewa.  Selain mas ganteng Lee Min Ho, drama ini juga jadi comebacknya mbak Jun Ji Hyun pasca melahirkan anak pertama. Gue ga paham kenapa setelah jadi emak-emak badannya tetep luangsing malah justru makin bagus huhu :( Dunia ini sungguh tak adil. 

Sabtu, 22 Oktober 2016

Review Drama Korea The K2 (2016) : Ketika Wanita Berambisi Mengejar Tahta

Ada pepatah mengatakan bahwa tiga hal paling berbahaya bagi pria di dunia ini adalah harta, tahta dan wanita. Tapi dalam drama The K2, nampaknya 3 unsur keramat di atas nggak hanya berbahaya bagi seorang pria, tapi juga orang banyak. The K2 ini adalah drama terbaru dari tvN yang mengusung genre melodrama dan action


Kayaknya cerita K-Drama dengan bumbu action emang lagi jadi tren ya. Selepas DOTS, W, Scarlet Heart Ryeo, dan sekarang ada The K2 semuanya menjadikan action sebagai bumbu andalannya. Jika DOTS, W dan Scarlet Heart Ryeo meracik unsur action itu dengan romance, The K2 kayaknya pengen menyajikan sesuatu yang lebih kompleks, yaitu politik. 

Buat kamu yang biasa nonton drama romantis kayaknya bakal mikir ulang buat nonton drama ini karena konfliknya yang terlihat berat. Bawa-bawa politik gitu ya. Udah pasti isinya nggak jauh dari perebutan kekuasaan, persaingan dan konspirasi. But everyone loves a conspiracy right? Haha iya dong, emak gue apalagi :p

Selasa, 18 Oktober 2016

My Favorite Korean Singers Lately

Bicara soal K-Pop emang nggak ada habisnya ya. Tiap bulan ada aja rookie baru bermunculan dan menambah warna baru dalam musik K-Pop. Sampe sekarang, dunia per-KPop-an ini rasanya masih didominasi sama group ya, baik itu boy group atau girl group. Kalo gue bilang, musik yang mereka usung masih sebelas dua belas aja, serupa tapi tak sama alias sami mawon alias seragaman. Genre electronic dance dan semacamnya ini akhirnya jadi semacam ‘pakem’ yang dipegang sama tiap group. Bisa dipastikan, group apapun itu dan bagaimanapun konsepnya, genre satu ini udah jadi menu wajib yang harus mereka jajal.

Nah, terlepas dari hiruk pikuk persaingan boy dan girl group, sebagai penikmat K-Pop gue justru lebih suka sama para solois. Seriously, karya-karya solois yang lebih ‘idealis’ rasanya lebih awet di kuping dan hati gue, ketimbang lagu boy/girlgroup yang cuma enak didenger sekilas doang. 

Biasanya, lagu-lagu itu selalu berakhir di recycle bin karena satu alasan : bosan. Bukan berarti gue nggak menghargai karya para boy/girlgroup ya. Gue selalu suka dan menikmati penampilan paket komplit mereka mulai dari lagu, konsep, koreo, dan MV nya di setiap comeback. Tapi ya, biasanya sukanya tuh cuma ‘sesaat’. Lagu mereka selalu jadi most played gue sejak dia rilis tapi nggak bisa bertahan lama. Beda dengan lagu para solois yang bisa bertahan lebih lama, bahkan ada lho lagu yang masih betah aja nongkrong di playlist sejak gue SMA sampe sekarang nggak pernah tuh dicoret dari playlist :)

Oke, jadi siapa aja sih solois yang jadi favorit gue? Ini dia listnya.


Minggu, 09 Oktober 2016

Review Film Train To Busan (2016) : Permainan Adrenalin yang Emosional

Oke. Di postingan kali ini gue pengen bahas film yang belakangan lagi booming dimana-mana. Yap, Train To Busan. Bisa dibilang ini adalah film zombie pertama dari Asia yang sukses mencuri perhatian penonton global. Penontonnya nggak cuma K-Popers, mereka yang nggak suka K-Pop atau K-Drama pun tertarik nonton. Kabarnya, bahkan film ini jadi buruan para penikmat film di Amerika sana. Sebuah alasan yang cukup menggoda buat nonton film ini, sekalipun kamu nggak suka dengan film bertemakan zombie.


Sinopsis. Seorang anak bernama Soo An (Kim Soo An) adalah korban perceraian yang kini tinggal bersama ayah dan neneknya di Seoul. Ayahnya, Seok Woo (Gong Yoo), adalah seorang pemain saham dengan jadwal super padat dan penuh tekanan. Nggak heran, wataknya pun keras dan sedikit arogan. Soo An sendiri yakin kalo sifat keras ayahnya itulah yang bikin sang ibu akhirnya minggat dan meninggalkan mereka.

Menjelang ulang tahun, Soo An meminta ijin ayahnya untuk pergi ke Busan buat menemui sang ibu. Awalnya Soo An bersikeras buat pergi sendiri, tapi sang nenek berusaha ngebujuk Seok Woo buat pergi nganterin Soo An naik kereta. Jadilah mereka pergi naik kereta cepat menuju Busan.