Selasa, 29 November 2016

Review Drama Korea The Legend of Blue Sea (2016) : Lebih dari Sekedar Kisah Putri Duyung

Finallllllllyyyyyyyy Min Ho oppa is back with his new drama wohoooooo! Setelah sukses meranin tokoh anak SMA kaya raya di 'The Heirs', kali ini Lee Min Ho bakal meranin tokoh ‘orang dewasa’ yang sesuai dengan umurnya dia haha, dengan karakter yang sangat berbeda dibanding peran-peran dia di drama sebelumnya. Di sini, doi berperan sebagai seorang pria licik yang berprofesi sebagai penipu profesional. Sebuah karakter yang cukup nakal dan menantang buat Lee Min Ho yang biasanya memainkan karakter protagonis yang sempurna tanpa cela.

 
Bisa dibilang, drama ini adalah drama yang paling dinantikan di akhir tahun 2016. Drama ini jadi most anticipated bukan tanpa alasan ya bok. Katanya, biaya pembuatan per episodenya tuh sampe sekian milyar Rupiah, yang katanya sih dua kali lipatnya budget 'Descendant of The Sun'. Cast nya pun istimewa.  Selain mas ganteng Lee Min Ho, drama ini juga jadi comebacknya mbak Jun Ji Hyun pasca melahirkan anak pertama. Gue ga paham kenapa setelah jadi emak-emak badannya tetep luangsing malah justru makin bagus huhu :( Dunia ini sungguh tak adil. 

Sabtu, 22 Oktober 2016

Review Drama Korea The K2 (2016) : Ketika Wanita Berambisi Mengejar Tahta

Ada pepatah mengatakan bahwa tiga hal paling berbahaya bagi pria di dunia ini adalah harta, tahta dan wanita. Tapi dalam drama The K2, nampaknya 3 unsur keramat di atas nggak hanya berbahaya bagi seorang pria, tapi juga orang banyak. The K2 ini adalah drama terbaru dari tvN yang mengusung genre melodrama dan action


Kayaknya cerita K-Drama dengan bumbu action emang lagi jadi tren ya. Selepas DOTS, W, Scarlet Heart Ryeo, dan sekarang ada The K2 semuanya menjadikan action sebagai bumbu andalannya. Jika DOTS, W dan Scarlet Heart Ryeo meracik unsur action itu dengan romance, The K2 kayaknya pengen menyajikan sesuatu yang lebih kompleks, yaitu politik. 

Buat kamu yang biasa nonton drama romantis kayaknya bakal mikir ulang buat nonton drama ini karena konfliknya yang terlihat berat. Bawa-bawa politik gitu ya. Udah pasti isinya nggak jauh dari perebutan kekuasaan, persaingan dan konspirasi. But everyone loves a conspiracy right? Haha iya dong, emak gue apalagi :p

Selasa, 18 Oktober 2016

My Favorite Korean Singers This Lately

Bicara soal K-Pop emang nggak ada habisnya ya. Tiap bulan ada aja rookie baru bermunculan dan menambah warna baru dalam musik K-Pop. Sampe sekarang, dunia per-KPop-an ini rasanya masih didominasi sama group ya, baik itu boy group atau girl group. Kalo gue bilang, musik yang mereka usung masih sebelas dua belas aja, serupa tapi tak sama alias sami mawon alias seragaman. Genre electronic dance dan semacamnya ini akhirnya jadi semacam ‘pakem’ yang dipegang sama tiap group. Bisa dipastikan, group apapun itu dan bagaimanapun konsepnya, genre satu ini udah jadi menu wajib yang harus mereka jajal.

Nah, terlepas dari hiruk pikuk persaingan boy dan girl group, sebagai penikmat K-Pop gue justru lebih suka sama para solois. Seriously, karya-karya solois yang lebih ‘idealis’ rasanya lebih awet di kuping dan hati gue, ketimbang lagu boy/girlgroup yang cuma enak didenger sekilas doang. 

Biasanya, lagu-lagu itu selalu berakhir di recycle bin karena satu alasan : bosan. Bukan berarti gue nggak menghargai karya para boy/girlgroup ya. Gue selalu suka dan menikmati penampilan paket komplit mereka mulai dari lagu, konsep, koreo, dan MV nya di setiap comeback. Tapi ya, biasanya sukanya tuh cuma ‘sesaat’. Lagu mereka selalu jadi most played gue sejak dia rilis tapi nggak bisa bertahan lama. Beda dengan lagu para solois yang bisa bertahan lebih lama, bahkan ada lho lagu yang masih betah aja nongkrong di playlist sejak gue SMA sampe sekarang nggak pernah tuh dicoret dari playlist :)

Oke, jadi siapa aja sih solois yang jadi favorit gue? Ini dia listnya.

Minggu, 09 Oktober 2016

Review Film Train To Busan (2016) : Permainan Adrenalin yang Emosional

Oke. Di postingan kali ini gue pengen bahas film yang belakangan lagi booming dimana-mana. Yap, Train To Busan. Bisa dibilang ini adalah film zombie pertama dari Asia yang sukses mencuri perhatian penonton global. Penontonnya nggak cuma K-Popers, mereka yang nggak suka K-Pop atau K-Drama pun tertarik nonton. Kabarnya, bahkan film ini jadi buruan para penikmat film di Amerika sana. Sebuah alasan yang cukup menggoda buat nonton film ini, sekalipun kamu nggak suka dengan film bertemakan zombie.


Sinopsis. Seorang anak bernama Soo An (Kim Soo An) adalah korban perceraian yang kini tinggal bersama ayah dan neneknya di Seoul. Ayahnya, Seok Woo (Gong Yoo), adalah seorang pemain saham dengan jadwal super padat dan penuh tekanan. Nggak heran, wataknya pun keras dan sedikit arogan. Soo An sendiri yakin kalo sifat keras ayahnya itulah yang bikin sang ibu akhirnya minggat dan meninggalkan mereka.

Menjelang ulang tahun, Soo An meminta ijin ayahnya untuk pergi ke Busan buat menemui sang ibu. Awalnya Soo An bersikeras buat pergi sendiri, tapi sang nenek berusaha ngebujuk Seok Woo buat pergi nganterin Soo An naik kereta. Jadilah mereka pergi naik kereta cepat menuju Busan.

Kamis, 06 Oktober 2016

4 Drama Korea dengan Akhir Cerita Tragis dan Pilu

Penggemar serial drama Korea biasanya selalu setia mengikuti episode demi episode drakor favoritnya hanya untuk mengetahui bagaimana akhir cerita kisah perjalanan cinta sang tokoh idola.

Sejumlah serial drama Korea terpopuler ada yang sengaja dibuat happy ending seperti Full House, Master’s Sun, Jewel in the Palace, etc. Tetapi, ada juga beberapa film drama Korea yang akhir ceritanya dibuat tragis hingga membuat para penonton tidak mampu menahan air mata.

Apa saja K drama yang memiliki akhir cerita tragis dan mengharukan?

Gu Family Book (2013)

 Gambar: https:// www. dramafever. com/st/img/ nowplay/4244_GuFamilyBook_Nowplay_Small.jpg

Rabu, 28 September 2016

Drama Review : Moonlight Drawn by Clouds VS Scarlet Heart Ryeo

Kenapa judulnya dibikin versus? Karena bisa dibilang dua drama ini termasuk dalam drama yang paling dinantikan di tahun ini dan keduanya punya genre yang sama, yaitu drama komedi romantis yang berlatarkan zaman kerajaan. Tayang perdananya pun hampir barengan, cuma beda satu minggu.


Oh ya, kedua drama ini juga sama-sama diangkat dari sebuah novel populer. Moonlight Drawn by Clouds diangkat dari sebuah web novel Korea dengan judul yang sama. Sedangkan Scarlet Heart Ryeo diangkat dari novel China yang juga udah dibikin versi dramanya di negeri asalnya.

Selasa, 27 September 2016

Review Film Me Before You (2016) : Lagu Lama yang Membosankan



Before I start writing about this movie, maybe any Sam Claflin fangirl here? Rasanya nggak afdol ya kalau bahas film si tamfan ini tanpa fangirlingan dulu haha! Yes! Gue emang ngefans berat sama si ganteng berkarisma ini. Dan salah satu alasan gue nonton film ini ya karena ada Sam Claflin sebagai peran utamanya hehe. 


Setelah Love, Rosie, kayaknya Sam Claflin emang dirasa punya charm yang bagus di film bergenre drama romantis. Kali ini dia juga main di genre film yang sama, tapi dengan karakter yang jauh berbeda dari perannya sebagai Alex di Love, Rosie. Di sini, Claflin berperan sebagai Will Traynor, seorang pria putus asa karena hidupnya yang tiba-tiba saja berubah pasca kecelakaan yang bikin dia menderita quadriplegia atau cedera tulang belakang.

Minggu, 21 Agustus 2016

Yuk, Mengenal Bumbu Masakan Khas Korea

Siapa K-Popers di sini yang nggak kepo sama makanan khas Korea? Mungkin nggak semuanya, tapi sebagian besar K-Popers atau pecinta drama Korea pasti udah nggak asing dengan berbagai makanan khas Korea seperti tteokbokki, kimbap, bibimbap, jiggae, dan pastinya kimchi. Makanan-makanan itu selalu wara-wiri di ampir setiap film dan drama, dan dijamin pasti bikin penonton ngiler sekaligus penasaran sama gimana rasa makanan tersebut.

Hidangan khas Korea didominasi oleh rasa pedas, manis dan asam. Rasa pedas bisa kita temukan di makanan seperti kimchi dan tteokbokki. Rasa asam dan sedikit kecut rupanya juga jadi favorit buat masyarakat Korea. Terbukti dari cita rasa kimchi yang jadi semacam makanan wajib yang harus selalu ada di setiap rumah.